Sunday, April 8, 2012

KULIAH ONLINE EVALUASI SEMUA PRODI FKIP UBT

B.Evaluasi Pembelajaran

Tidak lazim dan sayang rasanya bila model pembelajaran yang diberikan sangat inovatif, tapi cara penilaiannya masih biasa-biasa saja. Karena tes tradisional cenderung hanya mengukur kemampuan kogitif peserta didik saja dan terkadang hasil tes tersebut tidak murni (bila peserta didik menyontek). Padahal, dalam pembelajaran inovatif peserta didik dituntut untuk lebih berproses secara aktif dalam pembelajaran. Evaluasi pembelajaran merupakan usaha-usaha terarah, terencana, dan sistematis untuk meneliti proses pembelajaran. Objek evaluasinya antara lain tujuan pembelajaran, perencanaan dan pengelolaan pembelajaran, serta penyelenggaraan evaluasi hasil belajar.
Evaluasi dikatakan penting karena mempunyai tujuan utama sebagai berikut (Gronlund, 2003) :
1. Feedback untuk peserta didik, dengan adanya evaluasi yang dilakukan secara berkala peserta didik menjadi tahu kelebihan dan keterbatasannya dalam memahami materi. Sebisa mungkin, feedback yang diberikan kepada peserta didik harus serinci mungkin, agar mereka dapat menilai apakah hasil yang mereka dapat memang karena kemampuan/pemahamannya atau hanya sekedar suatu kebetulan.
2. Feedback untuk guru, fungsi evaluasi terpenting bagi pengajar adalah untuk menilai seberapa efektifkah pembelajaran yang telah ia laksanakan ? Apakah peserta didik mampu menyerapnya ?
3. Informasi untuk orang tua, hasil dari tes yang telah dilaksanakan peserta didik menghasilkan skor yang dapat menggambarkan kemampuan mereka terhadap materi. Kumpulan-kumpulan angka tersebut dapat menginformasikan orang tua bagaimanakah kemampuan anaknya di sekolah.
4. Informasi untuk seleksi, biasanya skor yang didapat dari setiap evaluasi adalah untuk membuat keputusan/seleksi apakah peserta didik tersebut perlu remedial materi sampai dengan keputusan apakah peserta didik perlu tinggal kelas atau tidak ?

5. Informasi untuk akuntabilitas. Biasanya nilai/skor yang didapat siswa dapat digunakan pula untuk mengevaluasi guru, performansi sekolah oleh pihak-pihak terkait.
6. Evaluasi sebagai insentif, maksudnya evaluasi dapat berfungsi sebagai hadiah atas segala usaha yang telah dilakukan oleh peserta didik.


Telah disampaikan sebelumnya bahwa model pembelajaran yang inovatif harus dinilai secara inovatif pula. Penilaian tersebut biasa dikenal dengan asesmen. Alasan mengapa pengajar menggunakan asesmen, karena asesmen dapat :

1.Mendiagnosis kelebihan dan kelemahan peserta didik

2.Memonitor kemajuan belajar peserta didik

3.Memberikan grade pada peserta didik

4.Memberikan batasan bagi efektivitas pengajaran

5.Mengevaluasi guru

6.Meningkatkan kualitas pengajaran

Berhubung penilaian/asesmen banyak ragamnya, maka penjabarannya dibatasi hanya pada asesmen autentik dan asesmen portofolio.

1. Asesmen Autentik

Adalah asesmen hasil belajar yang menuntut peserta didiknya dapat menunjukkan hasil belajar berupa kemampuan dalam kehidupan nyata, bukan sesuatu yang dibuat-buat atau yang hanya diperoleh di kelas, tetapi tidak dikenal dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, dalam hal ini peserta didik bukan memilih atau menjawab jawaban dari sederet kemungkinan jawaban yang sudah tersedia. Asesmen autentik sering disamakan dengan asesmen kinerja dan sebaliknya.
Asesmen kinerja setidak-tidaknya harus memiliki 3 (tiga) cirri utama, yaitu (Zainul, 2005) :


a. Multi kriteria, kinerja peserta didik harus dinilai dengan penilaian lebih dari satu kriteria. Misalkan kemampuan peserta didik dalam berbahasa Inggris harus memiliki dasar penilaian dari aspek aksen, sintaksis, dan kosa kata.

b. Standar kualitas yang spesifik (dalam artian tidak ambigu dan jelas), masing-masing kriteria kinerja peserta didik dapat dinilai secara jelas dan eksplisit dalam memajukan evaluasi kualitas kinerja peserta didik.

c. Adanya judgement penilaian, asesmen kinerja membutuhkan penilaian yang bersifat manusiawi untuk menilai bagaimana kinerja siswa dapat diterima secara nyata (real).

Berikut contoh-contoh tugas yang termasuk dalam asesmen autentik :
a. Computer adaptive testing (sepanjang tidak berbentuk objektif), yang menuntut peserta didik untuk mengekspresikan diri sehingga dapat menunjukkan tingkat kemampuan yang nyata

b. Tes pilihan ganda yang diperluas

c. Extended response atau open ended question (asal tidak hanya menuntut adanya satu jawaban “benar” yang terpola.

d. Group performance assessment, yaitu tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik secara berkelompok

e.Individual performance assessment, yaitu tugas yang harus diselesaikan secara mandiri

f.Interview, yaitu siswa harus merespon pertanyaan lisan dari pengajar

g. Nontraditional test items, yaitu butir soal yang tidak bersifat objektif tetapi merupakan suatu perangkat respon yang mengharuskan peserta didik memilih berdasarkan kriteria yang ditetapkan

h. Observasi, meminta peserta didik melakukan suatu tugas. Selama melaksanakan peserta didik tersebut peserta didik diobservasi baik secara terbuka maupun tertutup.

i. Portofolio, suatu kumpulan hasil karya peserta didik yang disusun berdasarkan urutan waktu maupun urutan kategori kegiatan.

j. Project, exhibition, or demonstration, yaitu penyelesaian tugas-tugas yang kompleks dalam suatu jangka waktu tertentu yang dapat memperlihatkan penguasaan kemampuan sampai pada tingkatan tertentu pula

k. Short answer, open ended menuntut jawaban singkat dari siswa, tetapi bukan memilih jawaban dari sederet kemungkinan jawaban yang disediakan.

Asesmen autentik/kinerja memiliki dua bentuk utama yaitu tugas (task) dan skala penilaian (rubric). Tugas-tugas kinerja harus memperlihatkan kemampuan siswa menangani hal-hal yang kompleks melalui penerapan pengetahuan dan keterampilan tentang sesuatu dalam bentuk yang paling nyata. Sedangkan, rubric merupakan panduan untuk member skor yang jelas dan disepakati oleh peserta didik dan pengajar. Dengan bentuk asesmen autentik/kinerja ini diharapkan peserta didik dan pengajar ada upaya memperbaiki proses pembelajaran.

2. Asesmen Portofolio

Asesmen portofolio adalah asesmen yang terdiri dari kumpulan hasil karya peserta didik (bisa berasal dari asesmen autentik) yang disusun secara sistematik, sehingga menunjukkan dan membuktikan upaya, hasil, proses, dan kemajuan (progress) belajar yang dilakukan peserta didik dalam jangka waktu tertentu.

Portofolio bisa bertindak hanya sebagai koleksi/kumpulan hasil karya peserta didik, tetapi bisa juga bertindak sebagai asesmen. Hal yang harus diperhatikan, jika kita ingin menggunakan portofolio sebagai instrument asesmen adalah :

a.Hendaknya memiliki kriteria penilaian yang jelas

b.Informasi atau hasil karya yang didokumentasikan dapat berasal dari semua orang yang mengetahui peserta didik secara baik, seperti : guru, rekan sesama siswa, guru mata pelajaran lain, dan sebagainya

c. Dapat terdiri dari berbagai bentuk informasi, seperti : karangan, hasil lukisan, skor tes, foto hasil karya, dll

d. Kualitas portofolio harus senantiasa ditingkatkan dari waktu ke waktu berdasarkan hasil karya yang memenuhi kriteria

e. Setiap mata pelajaran mungkin mempunyai bentuk portofolio yang sangat berbeda dengan mata pelajaran lainnya

f. Harus terbuka bagi orang-orang yang secar langsung berkepentingan dengan hasil karya, seperti : guru, sekolah, orang tua siswa, dan siswa itu sendiri.


Setiap portofolio yang digunakan sebagai instrumen asesmen hasil belajar, secara langsung dapat dijadikan landasan pengembangan kegiatan pembelajaran berikutnya. Dengan demikian, portofolio dapat dijadikan sebagai dasar perencanaan bagi pengajar maupun peserta didik.
Pada dasarnya asesmen portofolio memiliki 3 (tiga) prinsip, yaitu koleksi, seleksi, dan refleksi. Dalam implementasinya ketiga prinsip tersebut memiliki keterkaitan yang tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan yang lainnya.

Langkah-langkah yang harus dilalui dalam mengimplementasikan asesmen portofolio, yaitu :

a. Tahap persiapan

1) Mengidentifikasi atau menetapkan tujuan pembelajaran yang akan diases dengan asesmen portofolio
2) Menjelaskan kepada peserta didik bahwa akan dilaksanakan asesmen portofolio untuk mengases tujuan tertentu atau keseluruhan tujuan pembelajaran

3) Menjelaskan bagian mana dan seberapa banyak kinerja dan hasil karya yang secara minimal harus tercantum atau disertakan dalam portofolio, dalam bentuk apa, dan bagaimana kinerja atau hasil kerja itu akan diases

4) Menjelaskan bagaimana hasil karya tersebut harus disajikan

b. Tahap pelaksanaan

1) Guru mendorong dan memotivasi peserta didik

2) Guru melakukan pertemuan secara rutin dengan peserta didik guna mendiskusikan proses pembelajaran yang akan menghasilkan karya peserta didik, sehingga setiap langkah peserta didik dapat memperbaiki kelemahan yang mungkin terjadi

3) Memberikan umpan balik secara berkesinambungan kepada peserta didik

4) Memamerkan keseluruhan hasil karya yang disimpan dalam portofolio bersama-sama dengan karya keseluruhan peserta didik yang menjadi peserta mata pelajaran tersebut

c. Tahap penilaian

1) Menegakkan kriteria penilaian yang akan dilakukan bersama-sama atau partisipasi peserta didik
2) Kriteria yang disepakati diterapkan secara konsisten, baik oleh pengajar atau peserta didik
3) Arti terpenting dari tahap penilaian ini adalah self-assessment yang dilakukan oleh peserta didik, sehingga peserta didik menghayati dengan baik kekuatan dan kelemahannya
4)Hasil penilaian dijadikan tujuan baru bagi proses pembelajaran berikutnya.

C. Kesimpulan

Model pembelajaran dan evaluasi saling terkait satu sama lain. Model pembelajaran yang dilaksanakan akan semakin baik, bila dalam pengimplementasiannya selalu memperhatikan hasil evaluasi yang telah dilakukan. Jadi bisa dikatakan, evaluasi hadir salah satunya untuk menilai keberhasilan model pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Model pembelajaran yang baik adalah yang dapat mengakomodir dan mengaktifkan peserta didik (yang heterogen), baik dari segi fisik maupun intelektualitasnya. Begitu juga dengan cara penilaiannya, diharapkan menggunakan instrumen yang tidak hanya mengukur potensi kognitifnya saja.

BERIKAN ULASAN ANDA DISERTAI CONTOH KONKRIT DI SEKOLAH TENTANG EVALUASI PEMBELAJARAN YANG DILAKUKAN DI SEKOLAH. TAMPILKAN KOMENTAR ANDA PADA BLOG INI LENGKAP DENGAN IDENTITAS ANDA. ULASAN ANDA DI TUNGGU PALINGV LAMBAT 10 JAM SETELAH JAM KULIAH DI KAMPUS….SELAMAT BEKERJA……………



103 comments:

AMAT SAHAR said...

SAYA DULUAN KOMENTAR YA PAK.....BY DR.AMIN

Arshitasyah said...

Nama : Rosita
NPM : 10601040024
FKIP : Matematika

Ulasan saya dari evaluasi pembelajaran.
Evaluasi pembelajaran sangat penting dalam setiap sekolah, agar dapat mengetahui keberhasilan guru dalam membimbing peserta didik, dan agar dapat mengetahui kemampuan [eserta didik. Namun evaluasi pembelajaran pun harus disertai dengan kejujuran. maksudnya disini adalah nilai murni dari peserta didik dan tidak boleh ada campur tangan dari pihak lain dalam menentukan nilai.
Dengan adanya evaluasi pembelajaran peserta didik dapat menegetahui kelebihan dan keterbatasan dalam memahami dan menguasai materi. Dan peserta didik dapat menilai hasil mereka apakah sesuai dengan kemampuan mereka.
Contoh :
Seeorang guru melakuakn ulangan harian, walaupun terdapat beberapa siswa yang nialinya dibawah standar. Namaun guru tersebut tetap membagikan nilai mereka sesuai dengan kemampuannya, tanpa merubah sedikit pun.
Seperti itulah sebaiknya evaluasi pembelajaran dilaksanakan, agar siswa dapat menilai sampai dimana kemampuan mereka sendiri. Dengan begitu siswa bisa termotivasi untuk belajar agar dapat meningkatkan nilai yang diperoleh dari sebelumnya.

justina said...

NAMA:JUSTINA
NPM:10601040034
PRODI:FKIP/MATEMATIKA

Ini adalah ulasan/tanggapan saya mengenai evaluasi pembelajaran di sekolah.
Sebagaimana kita tahu evaluasi pembelajaran disetiap sekolah sangat penting guna menentukan hasil belajar setiap siswa baik dari segi proses pembelajaran yang dilakukan oleh seorang guru,maupun penilaian yang dilakukan oleh seorang guru terhadap siswanya, ini jika kita lihat dari sudut pandang kinerja seorang guru yang merupakan sebagai fasilitator(memberikan ilmu terhadap siswanya)sebagai motivator(mendorong siswanya baik dari segi apapun untuk menjadi seorang siswa yang yang patut menjadi murid yang teladan).Contoh konkritnya:ada seorang guru ingin melakukan tes ujian kepada siswanya dengan melakukan ulangan harian,untuk penilaian dari tes tersebut guru ini melakukan penilaian yang sangat objektif dalam artian guru tersebut memberikan nilai yang sesuai dengan kemampuannya tidak mengada-ngada,berarti siswa tersebut sangat termotivasi untuk belajar demi mendapatkan nilai yang terbaik.Berarti untuk menentukan hasil belajar yang baik perlu kejujuran dalam mencapai proses pembelajarannya dan nantinya untuk mengevaluasi setiap proses pembelajaran juga berjalan dengan baik.

Dian woko said...

NAMA : DIAN PURWOKO
NPM : 10.601040.003
PRODI : MATEMATIKA

Evaluasi pembelajaran disekolah lebih menekankan pada 3 asasmen/penilaian, yaitu:
a. Afektif, ini untuk melihat keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.
b. kognitif, ini untuk melihat kemampuan siswa seberapa siswa mengerti atau tidak materi yang di sampaikan.
c. psikomotorik, apakah siswa memiliki respon balim tentang penjelasan guru atau tidak.
Dari 3 asasmen tersebut,guru dapat mengetahui tingkat kemampuan siswanya. Berapa persen yang faham dan berapa persen yang kurang.
contoh :
Semasa proses pembelajaran, guru menggunakan 3 asasmen tersebut. Dimana siswa di tuntut aktif dalam pembelajaran. Ujian tes siswa dilakuakan setengan dari jumlah siswa yang masuk dan duduk terpisah. Ini dilakukan agar siswa tidak melakukan kecurangan( mencontek ) dan mengetahui kemampuan siswa yang sebenarnya. Dari sini juga guru dapat mengetahui apakah guru telah berhasil dalam proses pembelajaran atau tidak.

megha puthree said...

Nama : Mega Putri Oktaviani
NPM : 10601040010
PRODI: Matematika

Ulasan saya tentang evaluasi pembelajaran diatas adalah sebagi berikut:
evaluasi pembelajaran merupakan proses penilaian terhadap peserta didik yang dilakukan oleh guru untuk menentukan kualitas pembelajaran. Dimana penilaian tersebut biasa dinamakan dengan asesmen(penilaian proses belajar siswa). Evaluasi pembelajaran berperan penting dalam pendidikan, dimana evaluasi pembelajaran bertujuan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dan guru. Evaluasi pembelajaran berkaitan dengan model pembelajaran. Dimana model pembelajaran merupakan bagian dari evaluasi pembelajaran.
Asesmen yang dilakukan oleh guru tidak melihat dari segi status ataupun dari segi lainnya. Evaluasi yang dilakukan haruslah murni.
Contoh konkritnya:
Pada saat ujian atau ulangan harian siswa ditekankan untuk mengerjakan sendiri-sendiri dan harus dijaga dengan ketat, sehingga siswa tidak ada yang nyontek. Dan pada saat penilaian guru harus menilai siswanya dengan kemampuan yang sebenarnya tanpa harus memberi nilai kasihan bagi siswa yang tidak lulus ujian.

iier "maknae" said...

Nama : Irviana Agustina Putri
NPM : 10.601040.004
Prodi : Matematika

Ulasan yang dapat saya berikan mengenai Evaluasi Pembelajaran adalah
Evaluasi pembelajaran sangatlah penting untuk diterapkan di setiap sekolah yang gunanya untuk mengukur kemampuan peserta didik tersebut untuk menyerap pelajaran yang disampaikan oleh guru dan juga dapat mengukur keberhasilan dari model pembelajaran yang diterapkan oleh guru tersebut dalam menyampaikan pelajaran.
Kemampuan peserta didik biasanya dapat diukur dengan guru memberikan soal latihan atau ulangan di sekolah. Namun permasalahan yang sering terjadi adalah nilai yang di dapat oleh siswa tersebut bukanlah nilai yang sebenarnya. Nilai tersebut dapat berasal dari contekan dan juga nilai tersebut berasal dari nilai bantuan dari guru. Hal ini terjadi karena kurangnya pengawasan dari guru dan juga karena guru tersebut merasa kasihan kepada peserta didik tersebut sehingga nilainya dibantu.
Untuk itu evaluasi pembelajaran harus lebih diperketat agar tidak terjadi kecurangan dalam pemberian nilai kepada peserta didik. Dengan memberikan nilai kepada peserta didik secara jujur berarti kita dapat menilai seberapa kemampuan dari peserta didik tersebut untuk menyerap pelajaran, dan guru juga mengetahui apa yang harus di ubah dalam proses pembelajarannya, juga pengawasan guru harus diperketat agar tidak terjadi kecurangan dalam pemberian nilai.

rina said...

Nama: RINA
NPM : 10601040038
Fkip Matematika
ULASANNYA:
Evaluasi pembelajaran memang sangat penting bagi setiap sekolah, dimana setiap guru mampu untuk menilai sampai dimana kemampuan peserta didiknya dalam memahami materi yang telah disampaikan guru kepada peserta didik. Namun semua ini harus sesuaikan dengan metode pembelajaran sehingga seorang gurupun harus mampu untuk menjadi guru yang kreatif. Setiap guru memang menginginkan peserta didiknya memenuhi nilai standar yang telah ditentukan, namun guru pun harus menjadi guru yang jujur maksudnya guru memberi nilai kepada peserta didiknya Itu benar-benar hasil mereka.
Contohnya:
Dalam sebuah pertemuan guru memberi suatu KD kepada peserta didik yaitu melakukan operasi aljabar. Dimana guru mengunakan metode diskusi, sehingga peserta didik bisa berinteraksi dengan peserta didik lainnya maupun dengan gurunya. Apabila peserta didik menemukan permasalahan peserta didik bisa membahas bersama teman-temannya. Setelah proses diskusi ini selesai guru bisa untuk melakukan penilaian sampai dimana kemampuan peserta didiknya dengan memberi soal kepada mereka. Namun apabila diantara peserta didik tersebut ada yang tidak memenuhi nilai standar guru harus mampu untuk megevaluasi hal ini. Guru dapat menyuruh peserta didiknya untuk memahami kembali materi yang tadinya, sehingga besok pada saat pertemuan berikutnya, pada awal pertemuan guru bisa untuk menguji kembali pemahaman peserta didiknya lagi.

Zhaka Khay said...

Nama : Z a k a r i a
Npm : 10.601040.027
Prodi : Pendidikan Matematika
Evaluasi pembelajaran sangat penting dilakukan di sekolah, sebab untuk mengetahui potensi siswa dan potensi pendidik. Selain untuk meningkatkan kualitas peserta didik, yang tidak kalah pentingnya adalah untuk ditingkatkan yaitu potensi pendidik. Karena dengan mengetahui kelemahan-kelemahan yang dimiliki, maka kita lebih mudah untuk menjadi lebih baik (intropeksi diri) dan dalam evaluasi pembelajaran, penilaian yang digunakan sudah tidak asing lagi, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dimana kognitif itu adalah kecerdasan dari dalam diri siswa. Afektif adalah kreatifitas atau keaktifan siswa. Psikomotorik adalah daya nalar. Disini yang harus ditekankan adalah potensi seorang pendidik, dari 3 aspek tersebut pendidik dapat mengetahui kemampuan peserta didiknya. Dan juga pendidik lebih mudah menambahkan kekurangan-kekurangan dalam proses pembelajarannya.
Contoh bagi kita yang pernah dan mungkin sedang mengalami sebagai peserta didik kita menemukan seorang guru/dosen memberikan soal atau tes, kita diawasi dengan begitu ketat agar tidak terjadi kerja sama. Cara ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan-kemampuan peserta didiknya. Dan tidak dapat dipungkiri pasti ada terdapat nilai-nilai yang kurang atau tidak tuntas sehingga siswa dan guru dapat intropeksi diri dalam proses pembelajaran yang dilakukan.

Arief Fadlansyah said...

Nama : Arief Fadlansyah
NPM : 10.601040.015
Prodi : FKIP Matematika

Sebagaimana yang telah kita ketahui mengenai evaluasi pembelajaran, bahwa dalam setiap evaluasi diharapkan dapat menjadi suatu hal yang dapat merubah peserta didik, bahkan dapat menjadi sebuah penilaian bagi guru. Apakah siswa dapat bekerja sesuai kemampuannya? dan Apakah guru dapat berhasil untuk membuat peserta didik mempunyai kmampuan (skill) dalam setiap pembelajaran.
Evaluasi pembelajaran di sekolah sangatlah penting dalam menunjang keberhasilan sekolah, peserta didik, guru maupun hal yang terkait dalam sistem pembelajaran di sekolah.
Contoh konkrit evaluasi pembelajaran di sekolah sebagai berikut:
Seperti hal penjelasan di atas, tujuan evaluasi bermacam2.. Di dalam kegiatan pembelajaran sekarang ini. Kegiatan dalam kelas biasanya guru dalam mengevaluasi melakukan kegiatan sperti halnya pembelajaran biasax. Guru menjelaskan bahan ajar, memberikan tugas setelah penilaiaan guru menimbang (apakah perlu dilakukan remedial) bila perlu guru akan memberikan sebuah remedial.
Dan setelah pemberian nilai, murid biasanya akan puas dengan nilai yang didapat.
Dan pula biasanya guru menugaskan murid untuk membuat sebuah makalah (sperti penjelasan asesmen propolio). Dan ada juga guru yang meberikan tugas secara kelompok..

Contoh di atas bermacam2, tergantung metode apa yang di gunakan guru tersebut. Semakin inovasi suatu evaluasi pembelajaran diharapkan metode pembelajaran dapat berinovasi lebih baik lagii (Saling Terkait)
Terima Kasih..
http://azhika.blogspot.com/

Nas RuDdin said...

NAMA : NASRUDDIN
NPM : 10601040021
PRODI : PENDIDIKAN MATEMATIKA
Ulasan saya adalah evaluasi pembelajaran itu memang penting dilaksanakan, karna bertujuan untuk dapat menilai seberapa jauh keberhasilan dari seluruh input yang berhubungan dengan proses pembelajaran. Input-input yang dimaksud adalah seberapa jauh pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan oleh pendidiknya, berhasilkah pendidik dalam melaksanakan tugasnya, dan seterusnya. Dan dalam menjalankan evaluasi pembelajaran juga diperlukan beberapa faktor untuk membantu keberhasilan dalam evaluasi pembelajaran, seperti model pembelajaran yang digunakan oleh pendidik dan fasilitas-fasilitas yang mendukung dalam berjalannya pembelajaran yang efektif. Dan yang terpenting dalam mengevaluasi pembelajaran Pendidik dan Peserta didik harus jujur dalam melaksanakan hal tersebut, seperti pendidik harus memberikan nilai yang sesuai dengan kemampuan peserta didiknya dan peserta didik tidak boleh melakukan kecurangan dalam proses ujian yaitu mencontek, dan lain sebagainya. Apabila hal itu di laksanakan maka evaluasi pembelajaran akan berjalan dengan baik, sehingga pendidik dapat mengevaluasi cara mengajarnya dan merencanakan kegiatan pembelajaran selanjutnya yang hasilnya lebih baik dari kemarin.
Contoh Konkret di sekolah yaitu Banyak para peserta didik dalam Ujian Nasional harus bertindak tidak jujur, seperti mencontek temannya, dan membeli kunci jawaban dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.Dan dari pihak sekolah untuk menyelamatkan nama baik sekolah dan peserta didiknya, tidak menjadi rahasia lagi bahwa pihak sekolah akan membantu para peserta didiknya bertindak curang seperti sebelum lembar jawaban peserta didik di kirim ke Pusat terlebih dahulu pihak sekolah mengganti jawaban siswa yang salah menjadi benar.
Tindakan di atas memang diakui oleh peserta didik dan pihak sekolah salah, tetapi karna ketakutan para peserta didik untuk tidak dapat lulus ujian dan ketakutan pihak sekolah apabila banyak peserta didiknya tidak lulus sehingga dapat membuat nama sekolahnya jelek, mereka dengan sengaja melakukan kecurangan-kecurangan itu, yang menyebabkan evaluasi pembelajaran di sekolah itu tidak berjalan dengan baik.

Risca Valentine said...

Nama : Risca Indah Sari Valentine
NPM : 10.601040.011
Prodi : Pendidikan Matematika

Ulasan mengenai evaluasi pembelajaran di Sekolah
Model pembelajaran dan evaluasi pembelajaran saling berkaitan. Jika dalam penerapan pembelajaran memperhatikan hasil evaluasi yang telah dilakukan, maka model pembelajaran yang dilaksanakan akan semakin baik. Jadi, evaluasi digunakan untuk menilai keberhasilan model pembelajaran yang telah dilaksanakan. Model pembelajaran yang baik adalah yang dapat menyediakan kebutuhan yang sesuai dengan peserta didik dan yang dapat mengaktifkan peserta didik yang berbeda-beda wataknya, baik dari segi fisik maupun kemampuannya.
Contohnya ketika seorang guru menjelaskan materi pada proses pembelajaran setelah selesai menjelaskan guru tersebut memberikan tes pada peserta didik. Tes tersebut dilakukan untuk mengukur pemahaman peserta didik tentang materi yang disampaikan. Dengan memberikan tes berupa soal itu juga menguji kemampuan peserta didik. Kemudian memberikan penilaian dari hasil belajar peserta didik. Dalam penilaian yang perlu di nilai adalah keaktifan, tugas, serta sikap peserta didik. Dengan melakukan evaluasi peserta didik diharapkan mampu termotivasi dan meningkat hasil belajar yang telah dicapai dari sebelumnya.

ikbal matematika said...

NAMA : IKBAL
NPM : 10601040030
FKIP : MATEMATIKA
Ulasan saya dari evaluasi pembelajaran.
Menurut saya evaluasi pembelajaran di sekolah sangat penting untuk menilai keberhasilan seorang guru dalam membimbing peserta didiknya , serta mengetahui berapa besar ilmu atau pengetahuan yang di peroleh seorang peserta didik setelah mengikuti proses belajar mengajar. Evaluasi juga dapat berfungsi sebagai hadiah atas segala usaha yang telah dilakukan oleh peserta didik. Tetapi perlu di ketahui bahwa dalam melakukan evaluasi seorang guru harus bersikap jujur dalam memberikan penilaian. Sehingga para peserta didik mengetahui kemampuan mereka masing – masing . Dengan demikian, peserta didik lebih termotivasi untuk lebih meningkatkan kualitas belajarnya.
Contoh konkretnya :
Seorang guru memberikan tes ujian kepada peserta didiknya dan guru tersebut mengawasi proses ujian yang sedang berlangsung sehingga tidak terjadi plagiat. Dan guru tersebut memberikan penilaian sesuai hasil dari pekerjaan masing – masing peserta didik, dengan hasil ujian tersebut dikembalikan ke pada peserta didik.

fahri said...

Nama : Tri Fahri Ramadhan
NPM : 10601040002
Evaluasi Pembelajaran sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran agar model pembelajaran yang telah dipilih dapat dilaksanakan dengan baik.Hal ini di karenakan melalui evaluasi pembelajaran kita dapat menghimpun informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui taraf kemajuan, perkembangan, dan pencapaian belajar siswa, serta keefektifan pengajaran guru. Evaluasi pembelajaran mencakup kegiatan pengukuran dan penilaian.
Melalui evaluasi pembelajaran peserta didik menjadi tahu kelebihan dan keterbatasannya dalam memahami materi.Selain itu guru dapat menilai seberapa efektifkah pembelajaran yang telah ia laksanakan.Di samping evaluasi bagi peserta didik, hasil belajar siswa juga bisa di gunakan untuk mengevaluasi guru.Jadi dengan adanya evaluasi pembelajaran, siswa akan termotivasi dengan mengetahui hasil belajarnya dan guru juga dapat mengevaluasi diri untuk menjadi lebih baik.
Contoh konkritnya adalah seorang guru memberikan tes tertulis kepada peserta didik untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang telah di sampaikan.Hasil dari tes tersebut kemudian di bagikan kepada siswa sesuai dengan hasil tesnya.Siswa yang tidak tuntas di berikan remedial oleh guru untuk memotivasi siswa untuk belajar lagi untuk mencapai ketuntasan.Namun pada kenyataannya, tidak semua siswa menjawab sesuai dengan kemampuan.Pada umumnya terutama di sekolah-sekolah saat ini, selalu saja ada siswa yang mencontek teman yang pintar sehingga siswa tersebut mendapat ketuntasan, sementara pemahamannya terhadap materi kurang.Disinilah peran guru yang harus bisa menilai apakah siswa itu benar-benar paham atau hanya hasil mencontek.

yongki said...

Nama : Yongki Budi Saputro
NPM : 10601040001
Evaluasi pembelajaran merupakan penilaian, pengukuran terhadap pencapaian belajar siswa dan mengetahui sejauh mana keberhasilan guru dalam kegiatan pembelajarannya atau kefektifan pengajarannya.Evaluasi sangat penting dalam pembelajaran karena mempunyai tujuan utama yang dapat membantu siswa dalam mengukur kemampuan atau pun pemahamannya dalam sebuah pembelajaran.Dengan mengetahui kemampuannya, siswa menjadi tahu kelemahannya maupun kelebihannya dalam proses pembelajarannya sehingga siswa lebih termotivasi dalam mengikuti kegiatan pembelajarannya untuk menjadi lebih baik. Disisi lain guru juga dapat mengevaluasi diri berdasarkan hasil belajar siswa sehingga guru bisa meningkatkan efektifitas pengajarannya dalam proses pembelajarannya.
Contoh konkritnya adalah ketika menjadi peserta didik, kita pernah mengikuti tes yang dilakukan guru.Tes ini bertujuan untuk mengukur dan menilai sejauh mana pemahaman kita pada materi tersebut.Pada umumnya guru mengawasi tes dengan baik agar mendapatkan hasil murni siswa dalam menjawab tes tesebut.Namun ada saja guru yang tidak mengawasi tes dengan ketat sehingga banyak terjadi pencontekan bagi siswa yang tidak bisa menjawab.Hal ini membuat guru tidak mendapatkan hasil tes murni kemampuan individu sehingga evaluasi yang didapat tidak akurat.

Bompa said...

Nama : Febriyan
NPM : 10601040012
Prodi : Pendidikan Mtematika

Evaluasi pembelajaran sangat berhubungan dengan model pembelajaran di sekolah. Karena model pembelajaran merupakan awal dalam memberikan pengetahuan kepada peserta didik, apabila dalam model pembelajarannya tidak menarik maka peserta didik akan sulit untuk memahami pelajaran yang disampaikan pendidik sehingga pada saat pendidik melaksanakan proses evaluasi pembelajaran kemungkinan nilai dari peserta didik tersebut di bawah kompetensi yang diharapkan. Dalam mengevaluasi seorang pendidik harus memberikan penilaian dengan seobjektif mungkin dan peserta didik tidak melakukan kecurangan saat diadakannya suatu ujian, seperti ulangan harian dan lain sebagainya. Sehingga saat pendidik melakukan evaluasi pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan benar.
Contoh konkritnya adalah pada saat diadakan ujian. Pendidik harus memberikan pengawasan yang lebih baik dan ketat, sehingga siswa susah untuk melakukan suatu kecurangan dan peserta didik bisa mandiri dan jujur dalam mengerjakannya serta tidak mengharapkan bantuan dari siapapun. Pendidik dalam memberikan penilaian juga harus jujur dan sesuai dengan hasil yang diperoleh dari peserta didik, sehingga proses evaluasi pembelajaran yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik dan benar.

angga said...

Nama : Nugraha Eko S
NPM : 10601040040
FKIP : Matematika

Ulasan atau ringkasan saya mengenai evaluasi pembelajaran.
Evaluasi pembelajaran merupakan usaha-usaha terarah, terencana, dan sistematis untuk meneliti proses pembelajaran,yang artinya evaluasi pembelajaran tak hanya mengukur kemampuan kogitif peserta didik saja dan terkadang hasil tes tersebut tidak murni (bila peserta didik menyontek).
Evaluasi sangat lah penting dalam pembelajaran di setiap sekolah, dikarenakan evaluasi memberikan informasi - informasi penting untuk orang tua peserta didik, peserta didik, juga untuk gurunya.
Evaluasi yang biasanya terdiri dari kumpulan kumpulan angka(Nilai) tersebut dapat menginformasikan kepada orang tua peserta didik tentang kemampuan anaknya di sekolah, dapat menginformasikan kepada peserta didik tentang kemampuannya, kelebihan dan kekurangan mereka dalam memahami materinya, dan juga dapat menginformasikan kepada para pendidik/guru tentang performanya dalam mengajarkan materi kepada peserta peserta didiknya.Namun evaluasi pembelajaran harus lah inovatif, dan tanpa kecurangan sedikitpun.
Evaluasi hasil saling terikat dengan Model pembelajaran, dikarenakan Evaluasi hadir untuk menilai metode pembelajaran yang telah dilaksanakan,Model pembelajaran yang baik akan menghadirkan evaluasi hasil yang baik pula, tidak hanya menilai dari kognitifnya saja, tetapi juga dari segi fisik dan intelektualnya juga baik.
Contoh :
Ujian Akhir Nasional di Tarakan dilakukan dengan sangat ketat. Para pengawas dan polisi setempat pun di kerahkan untuk mencegah adanya kecurangan.
Guru guru sekolah di acak beragam saat mengawas ujian, guru SMA1 mengawas di SMA2, guru SMA3 mengawas SMA1, guru SMA2 mengawas SMA1. Semua ini dilakukan dengan tujuan dapat menghadirkan evaluasi hasil yang jujur,tanpa campur tangan lainnya.Dengan begitu akan terlihat pula metode pembelajaran dari peserta didik tersebut apakah efektif atau belum.

Mahluk Allah said...

NAMA : SHELLY AYU LESTARY
NPM : 10601040039
PRODI : MATEMATIKA
Ulasan saya tentang evaluasi pembelajaran diatas adalah sebagi berikut:
Evaluasi pembelajaran merupakan usaha-usaha terarah, terencana, dan sistematis untuk meneliti proses pembelajaran. Evaluasi pembelajaran disekolah sangatlah penting bagi peserta didik, dengan evaluasi yang dilakukan peserta didik dapat mengetahui apakah saja keterbatasan dana kelebihannya dalam memahami materi, selain itu evaluasi juga dapat menjadi tolak ukur guru terhadap peserta didik. evaluasi pada dasarnya dapat memberikan pertimbangan atau penilaian berdasarkan criteria tertentu, penilaian tersebut biasanya dikenal dengan asasemen, banyak ragam dari asasemen yang pada dasarnya sebagai pertimbangan guru untuk memberikan penilaian, yang seharusnya didasarkan pada kemampu peserta didik yang sesungguhnya.

Contoh kongkrit :
Pada saat ini system penilaian disekolah berdasar pada 3 aspek, yaitu :
a.Afektif, keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.
b. kognitif, kemampuan siswa
c. psikomotorik, respon balik tentang penjelasan guru atau tidak.
Pada saat di kelas guru memberikan penjelasan tentang materi yang dibawakannya, dengan metode diskusi guru dapat melihat keaktifan peserta didik di dalam kelas, dalam diskusi setiap siswa pasti akan mempunyai argument yang akan menjadi respon balik terhadap penjelasan guru. Setelah guru memberikan penjelasan dan kemudian membuat diskusi kelas dengan cara berkelompok, guru akan dapat melihat dari 2 aspek diatas yaitu afektif dan psikomotorik. Dan kemudian dengan cara memberikan kuis setelah penjelasan dan diskusi guru dapat mengetahui kognitif peserta didik yang sesungguhnya, disini peserta didik diharuskan untuk berusaha sendiri tanpa kerja sama dengan peserta didik lain, guru biasanya membagi kelas menjadi 2 bagian, setengh di luar dan setengah di dalam (bergantian), hal itu dilakukan untuk dapat mengetahuai nilai murni dari peserta didik berdasarkan kemampuannya masing-masing.

ir_one @shar said...

Nama : Irwan
NPM : 10601040007
Prodi : Pendidikan Matematika
Ulasan mengenai Evaluasi Pembelajaran :
Setelah membaca postingan dari Bapak, saya merasa bahwa evaluasi pembelajaran sangat penting dan harus dipahami oleh semua guru maupun calon Guru. Karna masih banyak pengajar yang kurang memahami mengenai evaluasi pembelajaran. Dengan evaluasi pembelajaran ini maka kita dapat mengetahui tujuan pembelajaran, perencanaan dan pengelolaan pembelajaran, serta penyelenggaraan evaluasi hasil belajar. Karena dengan evaluasi pembelajaran guru diharapkan dapat menentukan hasil belajar dan mengetahui kemampuan yang dimiliki oleh setiap peserta didiknya.
Contoh konkritnya:
Pada Saat guru memberikan kuis maupun ulangan kepada peserta didik maka peserta didik harus mengikuti dan melaksanakannya dengan secara individu dan harus dijaga dengan ketat, sehingga siswa tidak ada yang nyontek agar guru dapat mengetahui kemampuan siswa yang sebenarnya namun guru juga harus memberikan nilai sesuai dengan apa yang telah dicapai oleh peserta didik. Sehingga guru dapat mengetahui apakah guru telah berhasil dalam proses pembelajaran.

aku cinta islam said...

Nama: Nurlina
Npm: 10.601040.018
Prodi: Matematika
Evaluasi pembelajaran
Saya setuju dengan model pembelajaran evalusi pembelajaran karena, model pembelajaran yang baik adalah yang dapat mengakomodir dan mengaktifka peserta didik, baik dari segi fisik maupun dari segi intelektualitasnya. Tetapi sangat di sayangkan apabila model pembelajaran yang diberikan sangat inovati tetapi dari segi penilaiannya biasa-biasa saja. Karena pembelajaran inovatif menuntut siswanya untuk berproses lebih aktif dalam proses pembelajaran. Evaluasi memiliki tujuan penting yaitu, feedback untuk peserta didik, feedback untuk guru, informasi untuk orang tua, informasi untuk seleksi, informasi untuk akuntabilitas, sebagai intensif. Dalam penilaian atau assesmen penjabarannya dibatasi hanya pada asesmen autentik dan asesmen portofolio. Pada asesmen autentik atau asesmen kinerja penilaiannya harus lebih dari satu kriteria dan penilaian masing-masing kriteria kinerja peserta didik dapat dinilai secara jelas dalam memajukan peserta didik. Di dalam asesmen autentik atau asesmen kinerja memilikidua bentuk utama yaitu tugas (task) dan skala penilaian (rubric). Dengan adanya asesmen autentik maupun asesmen kinerja diharapkan dapat memajukan proses pembelajaran terhadap peserta didik. Sedangkan pada asesmen portofolio memerlukan jangka waktu tertentu sehingga proses dalam memajukan peserta didik memerlukan waktu.
Setiap portofolio yang digunakan sebagai instrumen penilaian hasil belajar, secara langsung dapat di jadikan landasan pengembangan kegiatan pembelajaran berikutnya. Dalam pengimplementasi asesmen potofolio harus melalui langkah-langkah yaitu, tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap penilaian. Di dalam tahap tersebut terdapat beberapa penjelasan mengenai tahap-tahap tersebut.
Tahap persiapan
1) Mengidentifikasi atau menetapkan tujuan pembelajaran yang akan diases dengan asesmen portofolio
2) Menjelaskan kepada peserta didik bahwa akan dilaksanakan asesmen portofolio.
3) Menjelaskan bagaimana dan seberapa kinerja dan hasil karya yang secara minimal harus tercantum atau desertakan dalam portofolio.
4) Menjelaskan bagaimana hasil karya portofolio tersebut disajikan.
Tahap pelaksanaan
1) Guru mendorong dan memotivasi peserta didik.
2) Guru melakukan pertemuan rutin dengan peserta didik guna mendiskusikan proses pembelajaran yang akan menghasilkan karya peserta didik.
3) Memberikan umpan balik secara berkesinambungan kepada peserta didik.
4) Memamerkan seluruh hasil karya peserta didik yang disimpan dalam portofolio.
Tahap penilaian
1) Menegakkan kriteria penilaian yang akan dilakukan bersama-sama atau partisipasi peserta didik.
2) Kriteria yang disepakati diterapkan secara konsisten.
3) Arti terpenting dari tahap penilaian ini adalah self-assesment yang dilakukan oleh peserta didik.
4) Hasil penilaian dijadikan tujuan baru bagi proses pembelajaran berikutnya.
Oleh karena itu model pembelajaran dan evaluasi memiliki keterkaitan yang erat. Sehingga model pembelajaran yang dilaksanakan harus lebih baik agar dapat mengaktifkan dan mengakomodir peserta didik, baik dari segi fisik maupun dari segi intelektualitasnya. Begitu juga dengan penilaiannya diharapkan menggunakan instrumen yang tidak hanya mengukur potensi kognitifnya saja.
Contoh konkrit mengenai evaluasi pembelajaran disekolah adalah bocornya kunci jawaban UAN pada tahun 2010. Yang sering terjadi di sekolah-sekolah.

Azmie Jacob said...

Nama : Azmie Bin Yakob
NPM : 10.601040.006
FKIP Matematika – semester 4

Dalam kegiatan pembelajaran di sekolah sangat menarik untuk melihat evaluasi pembelajaran yang di lakukan oleh guru kepada peserta didik. Dalam melakukan evaluasi, seorang guru tentunya akan menilai peseerta didik dengan memperhatikan beberapa aspek, misalnya melakukan evaluasi dengan melihat nilai hasil tes tertulis maupun lisan yang dilakukan sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan, kemudian ada juga guru yang melihat sikap dari peserta didik saat proses pembelajaran sebagai acuan dalam melakukan evaluasi.

Namun dalam hal ini yang terpenting dari evaluasi pembelajaran adalah bagaimana agar melalui hasil eveluasi guru terhadap peserta didik dapat mengubah atau menjadi motivasi kepada peserta didik supaya dapat melakukan yang lebih baik lagi dalam pembelajaran seterusnya.

Jadi intinya, untuk mencapai tujuan pembelajaran yang baik adalah dengan menggunakan meode/model pembelajaran yang tepat dan disertai dengan evaluasi pembelajaran yang tepat juga.

Contoh konkrit:

Saya adalah salah satu alumni dari salah satu SMK negeri di Tarakan. Salah satu dari guru mata pelajaran selalu menggunakan metode/model pembelajaran yang baik yaitu dengan mengkombinasikan metode ceramah, metode diskusi dan metode permainan. Namun metode yang baik ini tidak disertai dengan proses evaluasi yang baik, karena pada saat ulangan harian atau ujian tengah semester guru tersebut selalu meninggalkan ruangan sehingga tidak mengawasi peserta didik. Dan sikap serta kehadiran peserta didik juga tidak mempengaruhi untuk eveluasi guru tersebut. Jadi menurut saya ini bukanlah merupakan contoh evaluasi pembelajaran yang baik.

Setia Widia A said...

NAMA: Setia Widia Astuti
NPM : 10.601040.028
PRODI: Matematika
Evaluasi pembelajaran merupakan usaha-usaha terarah, terencana, dan sistematis untuk meneliti proses pembelajaran. Dan seperti yang telah kita ketahui bahwa untuk model pembelajaran yang inovatif ,maka harus dinilai secara inovatif pula. Model pembelajaran yang dilaksanakan akan semakin baik, bila dalam pengimplementasiannya selalu memperhatikan hasil evaluasi yang telah dilakukan.
Contoh evaluasi pembelajaran disekolah: Pada setiap akhir satu kali petemuan atau satu kompetensi dasar, dilaksanan evaluasi. Evaluasi ini bisa dilakukan dengan cara memberikan tugas kepada peserta didik, dimana tugas ini terbagi menjadi dua yaitu yang harus dikerjakan oleh peserta didik secara berkelompok, dan tugas yang harus diselesaikan secara mandiri. Tujuan dari tugas individu ini, agar guru bisa melihat sampai sejauh mana kemampuan siswanya dalam menguasai materi yang telah disampaikan, apakah sudah berhasil atau belum guru dalam melaksanakan indicator yang sudah dibuatnya, dan bisa mengukur sejauh mana siswanya mampu berkompeten. Sedangkan untuk tugas yang dikerjakan secara berkelompok diharapkan siswa mampu menciptakan interaksi yang asah, asih dan asuh, antar anggota kelompok serta melatih keterampilan siswa untuk mencari pemecahan masalah(soal) bersama-sama.

Cahaya Rahma said...

Nama : Nur Rahmawati. A
NPM : 10.601040.014
Jurusan : Pendidikan Matematika

Menurut saya dalam evaluasi pembelajaran di Sekolah masih ada saja oknum guru yang dengan berbagai cara agar hasil belajar siswanya itu lebih baik. Terkadang proses pembelajaran itulah yang kurang diperhatikan dari oknum guru itu. Sampai sekarangpun masih ada juga guru yang mengukur kognitif peserta didik saja. jika diberi tes pun kepada peserta didik cukup banyak yang menjawab soal-soal itu dengan tidak murni. Dengan kebiasaan hasil belajar yang tidak murni secara tidak langsung telah mengajarkan kepada peserta didik untuk berbuat hal yang tidak jujur. Tentu hal ini justru mempersulit seorang guru dalam mengetahui kemampuan dari segi fisik maupun intelektualitas sebenarnya. Apalah arti dari nilai-nilai bagus peserta didik yang diperolehnya sedangkan ilmu pengetahuannya pun tidak ada yang di dapatkannya selama belajar.
Contoh konkritnya,dulu waktu saya SMA dan kelas XII sebuah peristiwa ketidak adilan itu hadir. Ada guru yang sering membuat nilai bagus untuk teman saya yang suka bolos sekolah dan jarang masuk ikut proses pembelajaran. Setiap ada tugas atau tes dia hanya tahunya nyontek yang jelas hanya mau menerima beres. Dia anak yang selalu di panggil ke BK. Aneh selalu mulai dari kelas XI bersamanya nilainya selalu bagus. setiap guru yang mengajar di kelas kami, jika dia tidak masuk atau bolos pun di biarkan saja dan tetap saja nilainya baik2 saja. Jarang kerjakan tugas tapi nilai tinggi. Teman saya latar belakangnya memiliki orang tua pejabat di Tarakan. Sampai gurupun tidak ada yang bisa marah atau menegurnya. Ya saya tahu bapaknya suka menyumbang untuk sekolah tapi haruskah ada perbedaan diantara kami. Hal yang mengagetkan seluruh siswa di sekolah saya adalah ternyata dia lulus. Padahal dia tidaklah jujur dalam menjawab soal ujian itu. Sedangkan teman-teman saya yang menjawab soal dengan murni tidak lulus dan harus ikut ujian susulan. Saya rasa dalam evaluasi pembelajaran disekolah saya belum dapat menilai keberhasilan model pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Harapan saya semoga kami yang calon-calon guru mampu lebih mengerti tentang evaluasi pembelajaran agar tidak lagi terjadi kejurangan dan ketidak adilan. sekian dan terima kasih,,, wassalamu'alaikum

Sintha Ajja Novitha said...

Nama : Sinta Novitasari
NPM : 10601040009
Prodi : FKIP Matematika

Semua kegiatan belajar mengajar perlu di evaluasi untuk menentukan kualitas pembelajaran. Dengan adanya evaluasi, kita juga dapat menemukan kekurangan dan kelebihan dalam proses pembelajaran yang telah dilakukan, serta memberi motivasi bagi guru maupun siswa agar mereka lebih giat belajar dan meningkatkan proses berpikirnya. Guru dapat bertindak tepat bila siswa mengalami kesulitan belajar. Evaluasi dapat dilakukan secara berkala berbentuk ujian, tugas, praktikum, atau pengamatan guru.
Contoh konkrit evaluasi pembelajaran di sekolah yaitu ujian sekolah yang diadakan tiap semester. Ujian ini dilakukan untuk mengetahui sejauhmana peserta didik memahami/menguasai lebih dari satu pokok bahasan. Ujian dilakukan dengan pengawasan ketat dan duduk secara terpisah untuk menghindari kecurangan dan memperoleh nilai yang murni. Dengan ujian ini guru juga dapat mengetahui sejauhmana keberhasilannya dalam mengajar. Hasil ujian dibagikan kepada siswa untuk memotivasi dirinya dalam meningkatkan kualitas belajarnya.

onye_roni said...

NAMA : RONI
NPM : 10601040013
FKIP Matematika

Penguasaan evaluasi pembelajaran merupakan strategi yang digunakan oleh guru untuk mengetahui evektifitas pembelajaran. Dalam hal ini guru harus mampu menyusun instrumen evaluasi, melaksanakan ujian secara tertib dan teratur, menganalisis data hasil ujian, menafsirkan data analisis dan membuat keputusan dalam bentuk grading/kelulusan secara objektif.
Melalui evaluasi, guru akan mengetahui bahwa siswa telah atau belum belajar, siswa mengalami kesulitan belajar, dan siswa dalam melaksanakan aktifitas belajar harus dikelompokkan dengan kesamaan karakteristik tertentu.
Beberapa contoh tehnik evaluasi yang digunakan agar dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan pada diri seseorang:
a. Evaluasi melalui tugas-tugas (PR)
Pemberian tugas kepada peserta didik dapat dijadikan untuk mengetahui seberapa besar tingkat pengetahuan, pengertian, ketrampilan, spiritual, dan orisinalitas. Maka pemberian tugas sebaiknya guru harus memperjelas dan memberitahukan prosedur penilaian terhadap tugas yang diberikan.
b. Evaluasi melalui bantuan rekan
Bahwa seorang guru mempunyai sisi kelemahan dan kekuatan dalam mengajar baik meliputi kerohanian, watak, sikap, minat, pengetahuan, dan ketrampilan. Sehingga guru harus memandang peserta didik khususnya remaja, pemuda dan orang dewasa seperti halnya “rekan kerja” yang dapat membantu dirinya sendiri dalam meningkatkan wawasan dan ketrampilan keguruannya.
c. Evaluasi berdasarkan ujian
Tes dapat dijadikan alat dalam menentukan ujian. Ada tiga jenis utama tes yaitu:
- Tes objektif meliputi pilihan ganda, benar sak\lah, dan isian.
- Tes esai tertutup disajikan dalam membariakn soal untuk dikaji atau dipikirkan berdasarkan berdasarkan bahan pengajaran yang diterima murid.
- Tes esai terbuka, yang diperhatikan adalah kemampuan memahami, amplikasi, analisis, Sintesis serta evaluasi peserta didik dengan menggunakan alat tertulis.
d. Evaluasi berdasarkan pengamatan
Pengamatan digunakan untuk mengukur sikap dan ketrampilan yang dituntut berkembang dalam peserta didik. Karena dalam hal ini guru harus menetapkan segi-segi kualiatas yang akan diukur termasuk aspek pengetahuan, penguasan materi, pengetian, kemampuan mengguanakan alat, ketrampilan kerja, dan komunikasi.
e. Evaluasi berdasarkan interview, termasuk ujian lesan komprehensif
Interview digunakan guru untuk mengajak berbincang-bincang mengenai pokok tertentu, serta guru memberitahuakan kemajuan dan kelemahan peserta didik\ berdasarkan wawancara.
f. Project
Project sifatnya bisa short-term maupun long-term. Project merupakan amplikasi teori atau konsep yang didapat disekolah dalam kasus konkrit, dengan tujuan audien dan situasi tertentu.
g. Report
Menjadi bagian dari suatu project, dan bisa juga menjadi bagian diri sendiri. Pengerjaan report dapat diketahui dalam kelengkapan dalam hal informasi, sistematika, atau komposisi.
h. Prestasi
Siswa yang sungguh menguasai pokok pembelajaran dapat diketahui lewat kemampuan prestasinya. Namun guru harus harus memperhatikan karakteristik masing-masing siswa.
i. Studen self assessment
Hal ini jarang sekali dilakukan oleh sekolah-sekolah yang mengejar penuntasan kurikulum dalam proses belajarnya. Studen self assessment bermanfaat untuk mendapatkan umpan balik dari para siswa dan siswa menilai dirinya sendiri sejauh mana dia menguasi materi yang telah diajarkan.

ratihpenyayangmonyet said...

Nama : Ratih Tri Prasetyowati
NPM : 10.601040.020
Jurusan : Pendidikan Matematika

Evaluasi pembelajaran merupakan usaha-usaha terarah, terencana,dan sistematis untuk meneliti proses pembelajaran. evaluasi memiliki beberapa tujuan dan aspek yang harus dipenuhi oleh siswa.
• Evaluasi merupakan hal yang wajib dilakukan untuk mengetahui keberhasilan seorang pendidik terhadap proses, rancangan tujuan, serta pengelolaan pembelajaran yang ia lakukan. Dengan melalui evaluasi pendidik dapat mengetahui kelebihan dan kekurangannya serta siswanya.
• Dalam proses pembelajaran memiliki beberapa model yang digunakan, tetapi harus inovatif agar tercapai proses yang inovatif.
• Proses asesmen sangat baik digunakan untuk system penilaian. Karena didalamnya memiliki beberapa tujuan yang hasilnya langsung diaplikasikan di kehidupan nyata.
• Memang sebaiknya evaluasi dilakukan oleh setiap guru, karena gurulah yang mengetahui kemampuan dari peserta didiknya.
• Fungsi utama dari evaluasi adalah untuk menelaah suatu objek atau keadaan untuk mendapatkan informasi yang tepat.
• Evaluasi yang tepat dilakukan dengan kegiatan mengukur,menguji,menilai,kemudian mengevaluasi hasilnya.
Contoh evaluasi pembelajaran yang dilakukan di sekolah.
Ketika seorang guru mulai memasuki kelas, yaitu kelas 6A, sang guru memerhatikan keadaan kelas yang dimasukkinya. Ia mulai meneliti anak-anak yang memerhatikan penjelasannya apakah tidak, yang mengobrol dan yang melakukan kegiatan lainnya. Setelah melakukan itu, guru mulai memberikan penjelasan mengenai materi yang sudah ia siapkan sebelumnya. Selanjutnya sang guru memberikan si murid latihan dengan cara menjawab berkelompok dan menguji anak didiknya dengan menyuruhnya maju ke depan untuk menjawab atau membacakan hasil jawabannya. Ternyata banyak siswa yang tidak bisa menjawab soal tersebut secara individu. Setelah proses pembelajaran selesai, guru mulai menganalisis RPP yang telah ia buat, ternyata RPP yang ia buat perlu di tinjau kembali, karena metode yang di gunakan tidak tepat untuk kelas tersebut.

Dimas Tegar D. said...

Nama: Dimas Tegar Dewanto
NPM: 10601040036
Evaluasi Pembelajaran
Evaluasi pembelajaran sangat penting di sekolah. Selain sebagai penilaian kepada guru terhadap keberhasilan model pembelajaran yang digunakan dalam kelas, juga mengetahui bagaimana perkembangan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran. Evaluasi juga berfungsi sebagai feedback untuk peserta didik, feedback untuk guru, informasi untuk orang tua, informasi untuk seleksi, informasi untuk akuntabilitas, dan juga sebagai insentif, yaitu sebagai hadiah atas segala usaha yang dilakukan peserta didik. Guru juga sering menggunakan penilaian/asesmen dalam proses pembelajarannya. Diantara banyaknya asesmen, ada 2 asesmen yang sering digunakan. Yaitu Asesmen Autentik dan Asesmen Portofolio. Model pembelajaran dan evaluasi saling terkait satu sama lain. Model pembelajaran yang dilaksanakan akan semakin baik, bila dalam pengimplementasiannya selalu memperhatikan hasil evaluasi yang telah dilakukan. Model pembelajaran yang baik adalah yang dapat mengakomodir dan mengaktifkan peserta didik (yang heterogen), baik dari segi fisik maupun intelektualitasnya. Begitu juga dengan cara penilaiannya, diharapkan menggunakan instrumen yang tidak hanya mengukur potensi kognitifnya saja.
Contoh Konkrit:
Seorang guru memberikan ujian kepada peserta didiknya untuk mengukur kemampuan peserta didik. Guru juga mengawasi jalannya ujian tersebut. Setelah itu guru memberikan penilaian yang sesuai dengan usaha peserta didik. Hasil ujian tersebut diberikan kembali kepada peserta didiknya agar mereka tahu sampai dimana kemampuan mereka.

Arin said...

Nama :Arinda Santiniar
FKIP :Matematika
NPM :10601040023
Ulasan saya mengenai evaluasi pembelajaran.
Evaluasi pembelajaran dalam dunia pendidikan sangatlah penting sekali, karena dapat mengetahui seberapa jauh pemahaman siswa terhadap pembelajaran yang telah dipaparkan oleh guru. Atau bisa disebut sebagai umpan balik dari pembelajaran yang telah berlangsung. Dengan adanya evaluasi pembelajaran pula, kita dapat mengetahui seberapa jauh pemahaman siswa terhadap pembelajaran yang berfungsi untuk mengetahui hasil belajar siswa selama proses pembelajaran. Evaluasi pembelajaran merupakan integral dari proses pembelajaran, artinya dalam pembelajaran akan melibatkan tiga aktivitas yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Tanpa adanya perencanaan kita tidak akan tahu mengenai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Dan tanpa adanya pelaksanaanpun kkita tidak akan dapat mengevaluasi pembelajaran. Tanpa kegiatan penilaian kita tidak tahu bagaimana proses belajar terjadi dan seberapa jauh tujuan pembelajaran itu dapat dicapai. Jadi ketiga komponen ini merupakan satu kesatuan yang saling ketergantungan satu sama lainnya.
Contoh konkrit yang bisa saya berikan yaitu:
Pelaksanaan Ujian Nasional yang merupakan salah satu contoh evaluasi pembelajaran tingkat SD, SMP, SMA yang merupakan salah satu evaluasi pembelajaran yang bertaraf nasional untuk mengetahui atau mengevalusi pemahaman siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Meskipun Ujian Nasional merupakan momok yang menakutkan dikalangan masyarakat, namun dengan adanya Ujian Nasional akan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

yeni said...

Nama : Yeni Lintin Papeden
NPM : 10.601040022
FKIP Matematika

Ulasan saya dari evaluasi pembelajaran
Evaluasi itu merupakan suatu proses penilaian untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Evaluasi pembelajaran itu akan bernilai baik jika dalam proses belajar mengajar akan berjalan dengan sistematis dan dapat dipahami oleh siswa . Tapi kenyataannya kini yang terjadi disekolah- sekolah guru banyak yang meminta siswa hanya membaca materi dari buku pelajaran sehingga saat evaluasi dilaksanakan hasilnya sangat tidak memuaskan Karena pada dasarnya siswa tidak mengerti dari keseluruhan materi yang diajarkan. Evaluasi juga harus konsekuen dan tidak didasarkan pada penilaian individual atau sikap seorang siswa karena pada saat ini kenyataan yang ada guru memberi nilai kepada siswa karena prilaku siswa yang baik bukan hanya nilai mata pelajaran sehingga tidak terlihat secara nyata kemampuan akademik siswa karena nilai pemahaman tentang pelajaran digabung dengan nilai sikap dan prilaku tersebut .

amirul bin mulyawan said...

Guna untuk mendiagnosis kelebihan dan kelemahan peserta didik, memonitor kemajuan belajar peserta didik, memberikan grade pada peserta didik, memberikan batasan bagi efektivitas pengajaran, mengevaluasi guru, dan meningkatkan kualitas pengajaran (asesment). Maka asasmen autentik dan asesmen portofolio besrta tahapan-tahapannya dapan menjadi strategi untuk mengetahuai hasil belajar peserta didik. Begitu juga dengan cara penilaiannya. Contoh kongkrit yang ada di sekolah, dengan guru memberikan soal latihan atau ulangan setiap pertemuan di tiap mata palajaran tertentu.
Dalam kegiatan UAS disekolah-sekolah tertentu khususnya di wilayah Tarakan sudah memberlakukan tugas pengawas yang ditempatkan disekolah yang berbeda, bukan disekolah tempat mengajarnya.
-AMIRUL-
-10601040019-
-Pend. Matematika-

aapuspitasari said...

Nama : Anna puspitasari
NPM :10601040043
FKIP Matematika
Menurut saya evaluasi itu adalah penilaian dari proses pembelajaran itu. Evaluasi itu harus dilakukan agar guru dapat mengukur tingkat kepandaian siswa. Tapi banyak di kalangan sekolah ini proses evaluasi ini banyak disalah artikan oleh guru itu sendiri. Banyak guru yang memberikan penilaian dengan cara yang kurang baik. Contohnya guru memberikan nilai dengan cara tutup mata..simsalabim langsung dapat nilainya, memberikan nilai hanya dengan melihat sikapnya saja tanpa memandang kemampuan dari siswa tersebut. Seharusnya semua itu harus dirubah, penilaian itu harus disertai dengan bukti, misalnya hasil dari ujian harian ataupun nilai ujian semester. Seluruh penilaian itu juga harus didasari oleh proses pembelajarannya juga. Jika guru menjelaskan secara maksimal, maka hasil evaluasi atau penilaian itu juga akan berjalan dengan maksimal.
Contohnya di sekolah, banyak guru-guru yang memberikan nilai dengan cara yang tidak jujur. Misalnya pada saat proses ujian sekolah. Karena ini menyangkut dengan tingkat kelulusan siswa, banyak guru yang memanipulasikan nilai siswa, banyak guru yang meninggikan nilai siswa agar siswa itu lulus dengan nilai yang baik sehingga siswa pun lulus dengan nilai yang membanggakan dan nama sekolah pun tidak jelek di mata umum dan itu pun hanya untuk formalitas semata. Seharusnya penilaian itu harus dilaksanakan dengan jujur. Harus menerima hasil yang ada walaupun hasil itu tidak memuaskan, tapi dapat mengukur tingkat kemampuan siswa.

nuri said...

Nama :Nuriasah
NPM :10.601040.031
FKIP :Matematika
Memang pembelajaran sekarang sudah inovatif, tapi cara penilaiannya kurang baik atau mungkin biasa-biasa saja. Mengapa demikian???? Ini mungkin disebabkan karena penilaian yang diberikan hanya berupa penilaian secara kognitif, jadi pengajar tidak tahu kalau ada siswa yang menyontek. Evaluasi/penilaian terhadap pembelajaran ini kan merupakan usaha-usaha dimana dapat mengarahkan peserta didik kearah yang lebih baik yang nantinya dapat meningkatkan kemampuannya, merencanakan pembelajaran yang lebih inovatif, yang lebih baik lagi agar dapat mencapai tujuan yang ingin dicapai, mengelola pembelajaran secara sistematis agar pembelajaran nantinya dapat terstruktur dengan baik. Contohnya di sekolah-sekolah sekarang masih menilai dengan kemampuan kognitif saja. Guru itu jarang yang namanya menilai sikap, disiplin, kepribadiannya atau yang lainnya. Lalu evaluasi yang digunakan kurang inovatif, karena hanya melalui menjawab soal-soal saja, entah itu ketika ulangan atau pun pemberian tugas. Kalau evaluasi yang dilakukan hanya itu saja, maka guru tidak tahu kalau ada saja peserta didik yang menyontek jawaban dari temannya, sehingga dia pun mendapatkan nilai yang baik, padahal kemampuannya tidak ada sama sekali. Terkadang orang yang sering dia contekin mendapat nilai yang rendah, padahal kemampuannya lebih tinggi daripada yang menyontek tadi. Kalau ada guru yang terkecoh oleh hal seperti itu, berarti guru tersebut belum bisa mengukur kemampuan siswanya atau peserta didiknya. Guru bisa saja mengevaluasi dengan cara lain, misalnya saja memberikan pertanyaan yang harus langsung dijawab atau menyuruh menjawab soal-soal yang ada dipapan tulis misalnya, dari situ guru bisa melihat, mengukur mana siswa yang sudah paham dengan materi dan mana yang belum. Sehingga guru bisa membantu siswa yang kurang mampu kemampuannya, misalnya lebih memberikan latihan-latihan atau mungkin bimbingan belajar. Jadi ketika pengevaluasian terakhir tidak ada yang merasa dirugikan. Evaluasi juga bisa dalam menilai sikap atau kepribadian dari masing-masing siswa. Misalnya saja, sikap peserta didik ketika berbicara dengan gurunya, atau pun temannya, pasti harus berbeda bukan, dimana dia harus menghormati atau pun menghargai, dimana dia harus serius atau pun bercanda, itu semua harus dinilai. Guru harus bisa mengetahui karakter masing-masing siswanya, agar dalam penilaian nantinya tidak ada yang merasa dirugikan, semuanya puas dengan hasil yang dicapai sesuai dengan kemampuan masing-masing. Semoga kedepannya penilaian pembelajaran disekolah-sekolah dapat meningkat lagi.

Welcome to the Jungle said...

Nama :Iksan Arfan Atasoge
NPM :(10.601040.029) Jurusan:Pendidikan Matematika
Evaluasi merupakan salah satu komponen kurikulum. Dalam pengertian terbatas, evaluasi dimaksudkan untuk memeriksa tingkat ketercapaian tujuan-tujuan pendidikan yang ingin diwujudkan melalui kurikulum yang bersangkutan. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Wright, “curriculum may be defined as the estimation of growth and progress of students toward objective or values of the curriculum” Sedangkan dalam pengertian yang lebih luas, evaluasi dimaksudkanuntuk memeriksa kinerja kurikulum secara keseluruhan yang ditinjau dari berbagai kriteria. Indikator kinerja yang akan dievaluasi tidak hanya terbatas pada evektivitas saja, namun juga relevansi, efisiensi, dan juga kelaikan(feasibility) program. Sementara itu, Hilda Taba menjelaskan hal-hal yang dievaluasi yakni meliputi: “objective, it’s scope, the quality of personnel in charger of it, the capacity of student, the relative importance of various subject, the degree to which objectives are implemented, the equipment and materials and so on”.
Pada bagian lain, dikatakan bahwa, luas tidaknya suatu program evaluasi di tentukan oleh tujuan diadakannya evaluasi tersebut. Apakah evaluasi tersebut ditujukan untuk mengevaluasi keseluruhan system kurikulum atau komponen-komponen tertentu saja dalam kurikulum tersebut. Salah satu komponen terpenting yang perlu di evaluasi adalah berkenaan dengan proses dan hasil belajar sebagaimana yang telah Bapak paparkan di atas. Agar hasil evaluasi terlihat bermakna, diperlukan berbagai persyaratan tertentu. Adapun syarat-syarat itu yang sedikit saya kutip dari pemikiran Doll yaitu: ”acknowledge presence of value and valuing, orientation to goals, comprehensiveness, continuity, diagnostics worth and validity and integration.”
Evaluasi juga bervariasi, bergantung pada dimensi-dimensi yang menjadi fokus evaluasi. Salah satu dimensi yang sering mendapat sorotan adalah dimensi kuantitas dan kualitas. Instrumen yang digunakan untuk mengevaluasi juga berbeda pula. Instrumen yang digunakan untuk mengevaluasi dimensi kuantitatif, seperti tes standar, tes prestasi belajar, tes diagnotis dan lain-lain. Sedangkan instrumen yang digunakan untuk mengevaluasi dimensi kualitatif dapat digunakan kuisioner, inventori, interview, catatan anekdot dsb.
Selanjutnya, Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengemukakan tiga pendekatan dalam evaluasi kurikulum, yakni (1) pendekatan penelitian (analisis komparatif); (2) pendekatan obyektif; dan (3) pendekatan campuran multivariasi.
Disamping itu, terdapat beberapa model evaluasi kurikulum, diantaranya adalan model CIPP(Context, Input, Process, Product) yang bertitik tolak pada pandangan bahwa keberhasilan program pendidikan dipengaruhi berbagai factor, seperti : karakteristik peserta didik dan lingkungan, tujuan program dan peralatan yang digunakan, serta prosedur dan mekanisme pelaksanaan program itu sendiri. Penjelasan singkat dari keempat dimensi tersebut adalah, sbb.:
1. Context : yaitu situasi atau latar belakang yang mempengaruhi jenis-jenis tujuan dan strategi pendidikan yang akan dikembangkan dalam program yang bersangkutan, dsb.
2. Input : bahan, peralatan, fasilitas yang disimpan untuk keperluan pendidikan, seperti dokumen kurikulum, materi pembelajaran yang dikembangkan, staf pengajar, sarana dan pra sarana, media pendidikan yang digunakan dsb.
3. Process : pelaksanaan nyata dari program pendidikan tersebut, meliputi pelaksanaan proses belajar mengajar, pelaksanaan evaluasi yang dilakukan oleh para pengajar, pengelolaan program, dan lain-lain.
4. Product: keseluruhan hasil yang dicapai oleh program pendidikan, mencakup jangka pendek dan jangka panjang.

Welcome to the Jungle said...

Nama : Demokrasius
NPM :10.601040.025
Jurusan :Pendidikan Matematika


Ulasan saya dari evaluasi pembelajaran.
Evaluasi pembelajaran sangat penting bahkan sudah menjadi keharusan untuk dilakukan di setiap lembaga pendidikan termasuk sekolah, agar dapat mengetahui keberhasilan tenaga pendidik dalam membimbing peserta didik, dan agar dapat mengetahui kemampuan peserta didik pula.
Evaluasi juga sangat menentukan keberhasilan dari seluruh input yang berhubungan dengan proses pembelajaran. Input-input yang dimaksud adalah seberapa jauh pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan oleh pendidiknya, berhasilkah pendidik dalam melaksanakan tugasnya, dan seterusnya, serta dalam menjalankan evaluasi pembelajaran juga diperlukan beberapa faktor untuk membantu keberhasilan dalam evaluasi pembelajaran, seperti model pembelajaran yang digunakan oleh pendidik dan fasilitas-fasilitas yang mendukung dalam berjalannya pembelajaran yang efektif.
Sebagai contoh proses evaluasi adalah Ulangan harian yang biasa diadakan di setiap akhir pokok bahasan suatu mata pelajaran.

Dita yuliani said...

Nama : dita yuliani
Npm : 10601050019
lokal c pgsd 2010

evaluasi pembelajaran sangat penting dalam suatu proses pembelajaran,dimana evaluasi mnejadi tolak ukur suatu keberhasilan guru dalam proses belajar,evaluasi juga bisa mnjadi acuan dalam pembelajaran dimana guru, guru dapat melihat hasil pembelajarannya selama dia mengajar dari evaluasi yang dilakukannya, misalnya ketika guru selesaimenyampaikan materi pembelajaran kepada siswa, guru memberikan evaluasi yang berupa soal hasil dari materi yang guru tersebut sampaikan, guru memberikan kriteria penilaian dengan kriteria nilai 60=tidak lulus, 70-80=lulus apabila siswa banyak yang mendapatkan nilai 60 kebawah berarti guru tersebut termasuk gagal dalam menyampaikan materi yang diajaran sedangkan jika nilai siswa 70keatas guru tersebut dianggap sukses dalam penyampaian materi.

Dina bhakti said...

Nama : Dina Bhakti Triuntari
Npm : 10.601050.029
Fkip : PGSD lokal c 2010

Ulasan saya tentang Evaluasi Pembelajaran adalah sangat penting karena mempunyai tujuan utama yang digunakan dalam sekolah dan Evaluasi pembelajaran merupakan usaha-usaha terarah, terencana, dan sistematis untuk meneliti proses pembelajaran. evaluasi yang dilakukan secara berkala peserta didik menjadi tahu kelebihan dan keterbatasannya dalam memahami materi pengajar menggunakan asesmen.dan peserta didik dapat menilai hasil mereka sendiri apakah sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing.
Contoh : Guru memberi soal untuk peserta didik dan guru memberikan soal yang berbeda agar tidak ada saling contek menyontek satu sama lain. Dan siswa harus bisa menjawab dan mengerjakan soal yang sudah diberikan dan setelah hasilnya sudah ada guru dan peserta didik mengetahui kemampuan mereka masing-masing dan guru dapat mengetahui apakah guru telah berhasil dalam proses pembelajaran atau tidak.

Evin daniar said...

Nama : Evin Daniar Wahyuni
NPM : 10.601050.018
Jurusan : PGSD, Lokal C (2010)

Ulasan saya tentang evaluasi adalah, seperti yang sebelumnya bapak jelaskan, Evaluasi pembelajaran merupakan usaha-usaha terarah, terencana, dan sistematis untuk meneliti proses pembelajaran.untuk itu dalam pelaksanaan hal yang terpenting dalam proses belajar ini, perlu diadakan analisa yang terencana dan berkesinambungan, agar hasilnya efektif bagi peningkatan mutu siswa didik.
contoh konkrit :
di sekolah guru menyiapkan perangkat pembelajaran dengan strategi dan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa dan kemampuan siswa, lalu di adakan evaluasi berupa pemberian soal atau penugasan, lalu guru menganalisa untuk mengetahui apakah karakter soal sesuai untuk siswa dan apakah materi yang di sampaikan sudah dapat di fahami siswa.apabila hasil analisa menunjukan proses belajar belum tuntas, maka di adakan remedial.

andi fauziah said...
This comment has been removed by the author.
andi fauziah said...

Nama : Andi Fauziah
Npm : 10.601050.012
Fkip : PGSD Lokal C 2010

Menurut saya Evaluasi merupakan adalah salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam kegiatan pembelajaran. Dengan penilaian, guru akan mengetahui perkembangan hasil belajar, intelegensi, bakat khusus, minat, hubungan sosial, sikap dan kepribadian siswa atau peserta didik. Evaluasi pembelajaran juga dapat melatih daya ingat dan daya fikir siswa sampai mana siswa tersebut dapat memahami semua pelajaran yang di berikan oleh guru tersebut. Dan siswa juga dapat mengetahui hasil kerjanya apa kah sesuai dengan kemampuan daya fikirnya atau pun daya ingat mereka.
contoh : Misalnya seorang guru memberikan ujian harian terhadap siswa-siswa tersebut, jelas sekali ujian harian itu sudah dapat melatih daya ingat dan fikir dari siwa, dimana siswa harus menggerjakan semua soal-soal ujian tersebut dengan hasil pemikiran siswa itu sendiri, dan tidak dapat di bantu oleh guru atau pun orang lain disekitanya, ketika hasil ujian tersebut telah di periksa oleh guru dapat terlihat nilai siswa tersebut dan dapat dibagikan kepada masing-masing siswa, dan siswa tersebut pun dapat melihat sampai mana kemampuan fikir dan ingat yang mereka miliki dengan melihat nilai hasil ujian hariannya yang di berikan oleh guru tersebut, dan seorang guru itu pun juga dapat mengetahui sampai mana hasil proses pembelajarannya yang dapat di kuasai oleh siswa tersebut.

Dani supriansyah said...

Nama: Dani supriansyah
Npm: 10.601050.013
Lokal C PGSD

Assalamualaikum. wr.wb

Pada dasarnya hasil yang baik ditentukan oleh proses pelaksanaan yang tepat,dimana proses evaluasi yang seorang guru terapkan menjadi tidak berarti apabila pada proses pembelajaran sebelumnya tidak terlebih dahulu mempertimbangkan hal-hal pokok yang dapat mensukseskan proses belajar mengajar.
Maksud saya disini adalah kebanyakan guru-guru yang pernah saya observasi melakukan kesalahan pada pemilihan metode maupun model yang akan diterapkan sehingga evaluasi yang dilakukan sia-sia dan pasti hasilnya kurang maksimal.
Jadi menurut saya evaluasi sangat penting dilakukan untuk mengukur kemampuan serta pencapaian peserta didik,tetapi evaluasi disini sebaiknya tidak hanya diperuntukan kepada siswa,terkadang guru perlu mengevaluasi kinerja mereka dikelas.Wassalam!!

Dani supriansyah said...

Nama: Dani supriansyah
Npm: 10.601050.013
Lokal C PGSD

Assalamualaikum. wr.wb

Pada dasarnya hasil yang baik ditentukan oleh proses pelaksanaan yang tepat,dimana proses evaluasi yang seorang guru terapkan menjadi tidak berarti apabila pada proses pembelajaran sebelumnya tidak terlebih dahulu mempertimbangkan hal-hal pokok yang dapat mensukseskan proses belajar mengajar.
Maksud saya disini adalah kebanyakan guru-guru yang pernah saya observasi melakukan kesalahan pada pemilihan metode maupun model yang akan diterapkan sehingga evaluasi yang dilakukan sia-sia dan pasti hasilnya kurang maksimal.
Jadi menurut saya evaluasi sangat penting dilakukan untuk mengukur kemampuan serta pencapaian peserta didik,tetapi evaluasi disini sebaiknya tidak hanya diperuntukan kepada siswa,terkadang guru perlu mengevaluasi kinerja mereka dikelas.Wassalam!!

diana said...

Nama : Nur Diana
Npm : 10.601050.036
PGSD Lokal C 2010

Ulasan saya adalah evaluasi yang sangat penting dalam pembelajaran karena evaluasi dapat membantu seorang guru untuk mengetahui karakter siswa melalui penilaian, dapat mengetahui kemampuan belajar siswa dan juga mengetahui tingkat keberhasilan belajar peserta didik
contoh konkritnya yaitu :penilaian terhadap anak yang dibagi menjadi 2 penilaian yaitu penilaian kelakuan dan penilaian kemampuan

niieyaa@gmail.com said...

Nama : Hasnia
Npm : 10601050041
Prodi : KIP PGSD
Ulasan saya terhadap evaluasi pembelajaran di sekolah
Model pembelajaran dan evaluasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas pembelajaran secara keseluruhan. Dengan demikian, guru patut dibekali dengan keterampilan melaksanakan model pembelajaran dan evaluasi sebagai ilmu yang mendukung tugasnya. Dalam hal ini, guru bertugas mengukur apakah siswa telah menguasai ilmu yang sudah dipelajari sesuai tujuan pembelajaran yang dirumuskan. Proses evaluasi akan terlaksana secara tepat jika disertai dengan model pembelajaran yang tepat sebagai upaya mengungkap seberapa besar kendala yang dihadapi oleh siswa.
Contoh konkret :
- Setiap sekolah 6 bulan sekali pihak sekolah pasti melaksankan ulangan akhir semester, ini salah satu bentuk evaluasi dimana akan ada hasil yang membuktikan siswa tersebut layak atau tidaknya melanjutkan kesemster berikutnya, dan dari situ guru juga dapat mengetahui kemampuan dari siswanya, berhasil atau tidaknya metode belajar yang di gunakan oleh guru.

febri.arisusanti@gmail.com said...

Nama : febri ari susanti
Npm : 10601050077
PGSD : C
Menurut saya Evaluasi sangat penting dalam pembelajaran , karena dengan evaluasi guru dapat mengukur kemampuan siswanya, mengetahui kelebhan dan keterbatasan siswa dalam memahami materi yang telah disampaikan, guru juga dapat menilai seberapa efektif kegiatan belajar mengajar.seorang guru harus dapat menjadi fasilisator dan mediator bagi siswanya maksudnya guru dalam menyampaikan materi memberikan kemudahan bagi siswanya dalam memahami materi yang disampaikan dan tidak membingungkan siswanya agar proses belajar mengajar menjadi efektif dan menyenangkan, dan guru harus dapat mengelola kelas hingga tercapai tujuan yang telah ditentukan
Misalnya : disekolah guru memberikan uas sebagai ujian hasil siswa, untuk mengukur kemampuan siswanya tersebut bila siswa tersebut mampu maka ia akan lulus ujian namun bila sebaliknya maka ia tidak akan lulus.

yanie azza said...

Nama : Jumriyani
NPM : 10.601050.092
PGSD (Lokal C)

Ulasan saya mengenai penelitian dan evaluasi pendidikan.

Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan seluruh aspek yang ada dalam kehidupan kita untuk memperbaiki kualitas diri menjadi lebih baik dan mampu menantang masa depan.

Evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai pengukuran atau penilaian hasil belajar-mengajar, padahal antara keduanya punya arti yang berbeda meskipun saling berhubungan, mengukur adalah membandingkan sesuatu dan satu ukuran (kuantitatif), sedangkan menilai berarti mengambil satu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk (kualitatif).

Evaluasi pendidikan terhadap peserta didik merupakan hal yang sangat penting dalam lingkungan sekolah. Berikut contoh konkrit dari evaluasi pendidikan seperti pemberian tes akhir pembelajaran harian terhadap peserta didik, atau memberikan tugas-tugas kepada peserta didik berdasarkan materi dan contoh yang telah disampaikan dengan tujuan menyebutkan, menentukan, menyususn, menata, mendefinisikan, menyalin, menunjuk, mendaftar, menghafalkan, mengurutkan, mengenal, mengingat, membedakan, mengubah, memberi contoh, memperkirakan, mengambil kesimpulan, menggambarkan, mendiskusikan, menjelaskan, mengungkapkan, melaporkan, mengkaji ulang, menyatakan, dan menerjemahkan kembali pembelajaran yang telah diberikan.

ishak_Almuslimin said...

Nama : Ishak
NPM : 09601040048
FKIP/Matematika

Hasil Belajar siswa tidak hanya dilihat dari hasil akhir dengan melihat nilai ujian/ulangannya, Evaluasi pembelajaran difungsikan menelaah suatu objek atau keadaan untuk mendapatkan informasi yang tepat sebagai dasar untuk pengambilan keputusan.
Sesuai pendapat Grondlund dan Linn (1990) mengatakan bahwa evaluasi pembelajran adalah suatu proses mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasi informasi secara sistematik untuk menetapkan sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran
Artinya, di dalam evaluasi belajar tentu ada banyak pertimbangan-pertimbangan dalam mengevaluasi yang saya sepakati dengan pola asesmen baik autentik maupun fortopolio tadi.
Contoh; misalkan jam pelajaran sudah mulai namun ada 1 siswa yang terlambat ketika seorang guru sedang menjelaskan sebuah materi yang berkaitan dengan pelajaran itu, disini guru sudah seharusnya mulai mengevaluasi si anak yang terlambat tadi dengan menanyakan sebab mengapa ia terlambat? dan memberikan dorongan/masukan solusi agar tidak terjadi lagi kesalahan yang sama serta menelaah alasannya terlambat. dan ini akan menjadi evaluasi guru kedepannya sebagaimana kita ketahui Definisi dari belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku. disini tentu intinya pada "perubahan prilaku" yang tadinya terlambat menjadi tidak terlambat lagi.

ranizz said...
This comment has been removed by the author.
Jundai Ramdan said...

Nama : Yudha E.R
NPM : 09601040015
Fkip : Matematika

Ulasan saya tentang evaluasi pembelajaran.
Evaluasi pembelajaran sangat penting dalam sekolah terkhusus untuk para peserta didik, dikarenakan kebanyakan sistem penilaian sekarang hanya memacu kepada tes atau ujian akhir semata tanpa melihat seberapa besar kemampuan yang dimiliki peserta didik. Dengan adanya evaluasi pembelajaran peserta didik dapat mengetahui hasil belajarnya selama ini dari kemampuannya dikarenakan adanya evaluasi diri dari peserta didik yang mana dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam memahami dan menguasai materi yang diberikan. peserta didik dituntut untuk murni kemampuannya dalam hal kognitif,afektif dan psikomotorik anak tersebut.
contoh:
seorang guru memberikan ulangan harian,kemudian guru menyuruh siswa untuk duduk terpisah agar tidak ada tindak kecurangan yaitu menyontek.Disinilah guru bisa menilai kemampuan siswa tersebut dari hasil belajarnya melalui evaluasi pembelajaran yang diberikan......

hasil sebuah impian said...

Nama: Syarifah Saleha Farizah
NPM: 09.601040.035
Program Studi: Matematika
Ulasan saya sebagai berikut
Evaluasi adalah suatu proses, yaitu proses menentukan sampai seberapa jauh kemampuan yang dapat dicapai oleh siswa dalam proses belajar mengajar di sekolah. Kemampuan yang diharapkan tersebut sebelumnya sudah ditetapkan secara operasional. Selanjutnya juga ditetapkan patokan pengukuran hingga dapat diperoleh penilaian yang tepat dan sesuai. maka dari itu penilaian juga harus memenuhi prinspi2 penilaian yang tepat seperti: teknik dan tujuan evaluasi harus searah sehingga hasilnya benar2 afektif, menggunakan teknik yang bervariasi: maksudnya disini bukan hanya penilaian kuantitatif, melainkan didasarkan pada data kualitatif siswa yang diperoleh dari observasi guru (keaktifan siswa, presentase kehadiran) , Kepala Sekolah, dan catatan2 harian. dan yang terpenting adalah menyadari bahwa Evaluasi adalah alat bukan tujuan.
contohnya:
seorang guru mengevaluasi siswa dengan penilaian yang dilakukan dari awal pembelajaran hingga akhir proses pembelajaran. penilaian tersebut meliputi kedisiplinan (ada siswa yang telat, tidak rapi, ataupun bermain ketika proses pembelajaran berlangsung), kemandirian (mengerjakan tugas: apakah ada yg mencontek), sikap (mendengarkan guru), motivasi (ada keinginan mengikuti pembelajaran atau tidak, minat (antusias terhadap pelajaran).

widianingsih said...

Nama : Cucu Widianingsih
NPM : 09601040030
Prodi : Matematika
Ulasan saya mengenai evaluasi pembelajaran.
Evaluasi pembelajaran di sekolah perlu dilaksanakan baik oleh Kepala sekolah terhadap guru maupun guru terhadap siswa. Hal ini dikarenakan pentingnya peran evaluasi dalam meningkatkan hasil belajar siswa di sekolah.
Evaluasi yang dilakukan oleh guru harus sesuai dengan model pembelajaran yang sesuai. Dengan adanya evaluasi segala tujuan pembelajaran akan tercapai serta seorang guru dapat melihat perubahan siswanya, apakah siswa tersebut berubah kearah yang lebih baik atau sebaliknya.
Contoh :
1. Seorang kepala sekolah melakukan supervisi kelas yang dilakukan 2 kali dalam 1 semester, supervisi ini dilakukan dengan cara kepala sekolah melihat secara langsung guru mengajar dikelas, apakah guru tersebut sudah melaksanakan pengukuran,pengujian,penilaian dan evaluasi terhadap siswa dan melihat apakah guru mengajar sudah sesuai dengan RPP yang dibuat atau berbeda dengan RPP yang ia buat. Apabila guru tersebut mengajar tidak sesuai dengan RPP yang ia buat maka kepala sekolah memerintahkan untuk memperbaiki RPP yang telah dibuatnya (evaluasi RPP).
2. Seorang guru membuat daftar evaluasi hasil belajar yang mencakup kemandirian, sikap, perilaku, motivasi, minat, dan prestasi kemudian guru menilai hasil belajar masing - masing siswa setiap akhir pertemuan.

Ryo said...

Nama : Fatkhur Rahman
NPM : 09601040019
FKIP : Matematika

Menurut saya evaluasi pembelajaran adalah suatu tindakan yang sangat penting untuk dilakukan khususnya oleh seorang pendidik untuk mengetahui kemampuan dari setiap siswa secara menyeluruh baik hasil maupun proses belajar siswa. Dengan dilakukannya evaluasi pembelajaran seorang guru mampu mengenal lebih jauh kemampuan para siswanya. Dengan demikian hasil yang diberikan oleh seorang guru terhadap siswanya dapat dijadikan gambaran baik oleh guru maupun murid benar-benar sesuai dengan kemampuan mereka.

Contoh :
Seorang guru yang memberikan nilai kepada siswa tidak hanya berdasarkan hasil tes tertulis namun juga berdasarkan sikap dan perilaku serta memberikan keterangan yang jelas terhadap kemampuan mereka, sehingga para siswa akan lebih mengetahui dan memahami kemampuan diri mereka sendiri secara lebih baik.

Bugar WaraWiri said...

coNama : Sibugar Darmawan
NPM : 09601040047
Prodi : Matematika
Ulasan saya mengenai evaluasi pembelajaran.
Evaluasi pembelajaran di sekolah perlu dilaksanakan baik dari tingkat yang paling rendah sampai tingkat yang paling tinggi,hal ini sesuai dengan tujuan evaluasi yang saling berkesinambungan antar tingkat dalam sistem pendidikan.
dengan adanya evaluasi ini akan sangat membantu untuk menilai dari setiap tingkat dalam sistem pendidikan. oleh karena itu dibutuhkan kejujuran dalam melakukan evaluasi agar setiap tingkat instansi dapat dinilai apakah berhasil atau tidak.
dan diharapkan juga bagi yang melakukan evaluasi agar melakukan sesuai dengan aturan yang berlaku,agar dapat dilakukan dengan baik.
contoh : seorang kepala sekolah akan melakukan evaluasi kepada instansi dibawahnya yaitu guru,dengan begitu dapat dilihat bagaimana seorang guru sudah berhasil atau tidak dalam melakukan sistem pembelajaran.

sri wulandari said...

Sri Wulandari
NPM : 09601040053
FKIP : MATEMATIKA

Evaluasi pembelajaran sangat penting dalam proses pembelajaran, baik bagi pengajar sebagai fasilitator maupun bagi peserta didik, evaluasi pembelajaran merupakan proses penilaian terhadap cara mengajar guru, dengan ini guru dapat mengetahui apakah model pembelajaran yang digunakan telah berhasil ataupun sebaliknya, karena model pembelajaran yang inovatif harus dinilai secara inovatif pula. sedangkan proses penilaian yang dilakukan terhadap peserta didik, agar mereka mengetahui sejauh mana pemahaman mereka dalam menerima pelajaran yang disampaikan oleh guru.
Contoh yang sangat konkrit yang sering terjadi dalam proses pembelajaran dikelas yaitu ketika guru memberikan soal ulangan harian untuk mengetes kemampuan siswanya. tes tersebut dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta didik tentang materi yang telah disampaikan. Kemudian guru memberikan penilaian terhadap hasil belajar peserta didik. Penilaian yang diberikan harus sesuai dengan hasil belajar dan tanpa adanya gangguan dari pihak manapun.

dyan kurnia said...
This comment has been removed by the author.
Ika Spoily said...

Nama : IKA PUTRI RAHMAWATI
NPM : 09601040007
FKIP MATEMATIKA

Tanggapan saya evaluasi pembelajaran mutlak diperlukan dalam suatu proses belajar yang dilakukan saat pembelajaran berlangsung maupun saat akhir pembelajaran. Evaluasi pembelajaran dapat berupa evaluasi terhadap pengajar maupun evaluasi terhadap peserta didik.
Evaluasi terhadap pengajar dapat berupa pengamatan dan minat siswa terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan oleh guru.Hal ini dapat membantu guru dalam menilai pembelajaran yang telah dilakukan apakah sesuai harapan atau masih diperlukan perubahan kearah yang lebih baik.
Evaluasi terhadap peserta didik dapat berupa evaluasi yang tidak hanya menekankan ke hasil pembelajaran tetapi juga menekankan proses pembelajaran yang berlangsung pada setiap individu siswa. Sehingga siswa tidak hanya dilihat dari nilai yang diperoleh pada mata pelajaran tetapi juga dilihat dari bagaimana proses belajar yang dialami oleh siswa per individu.
Contohnya pada evaluasi terhadap guru yaitu berupa angket yang mempertanyakan minat siswa terhadap kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung sehingga guru dapat melihat sampai sejauh mana kemampuan dirinya saat megajar dalam proses pembelajaran. Kemudian evaluasi terhadap siswa dapat berupa penilaian yang efektif pada siswa yang tidak hanya melihat nilai akhir yang diperoleh siswa tetapi juga melihat proses belajar siswa per individu sehingga tidak terjadi kesalahan dalam evaluasi belajar siswa.

FW said...

Nama : Fadil Wahyudi
Npm : 09.601040.021
Prodi : Matematika

Ulasan saya mengenai evaluasi pembelajaran:
Evaluasi sangat dibutuhkan untuk mengukur atau mengevaluasi hasil kegiatan yang telah dilakukan, dengan adanya evaluasi setiap orang dapat melakukan perbaikan atau peningkatan kinerja atas apa yang telah dilakukan. Hal ini juga sangat dibutuhkan dalam proses belajar mengajar di sekolah, baik oleh kepala sekolah, guru maupun murid itu sendiri. Evaluasi pembelajaran di sekolah memberikan manfaat yang sangat besar bagi siswa, guru maupun kepala sekolah. Bagi siswa evaluasi diri sendiri sangat baik untuk mengetahui sejauh mana dirinya mampu menerima pembelajaran di kelas, sedangkan untuk guru evaluasi pembelajaran di sekolah sangat dibutuhkan dalam mengukur sampai mana perubahan yang dialami oleh seorang siswa setelah memperoleh pembelajaran di kelas, hal ini dapat dilihat dari hasil belajar, sikap murid, kedisiplinan, kemandirian dan prestasi belajar selama dalam menjalankan proses belajar menngajar di kelas, serta manfaat evaluasi pembelajaran bagi kepala sekolah yaitu untuk ,mengetahui secara keseluruhan kinerja – kinerja guru dalam memberikan proses belajar mengajar siswa, apakah ada perubahna yang lebih baik atau tidak sama sekali.
Sehingga dari hasil evaluasi tersebut dapat ditindak lanjuti untuk memperoleh hasil yang lebih baik.
Contoh :
Seorang guru melakukan evaluasi setiap pertemuan pembelajaran di kelas, jadi setiap materi yang telah disampaikan, diakhir pertemuan guru memberikan test untuk melihat hasil belajar siswa untuk melihat sejauh mana siswa tersebut mampu menerima materi pembelajaran dari awal pertemuan sampai akhir jam pelajaran, selain itu guru mengevaluasi siswa dari segi kepribadian siswa, kemandirian dan sikap.

FW said...

Nama : Hary Bangkit Subagyo
NPM : 09601040039
FKIP : matematika


Dari tujuan dan manfaat evaluasi yang penting dengan mengadakan evaluasi sebagai guru dapat mengetahui kelemahan-kelemahan atau kekurangannya dalam menyampaikan materi pelajaran. Sehingga ia dapat menata kembali atau menggunakan strategi baru dalam proses pembelajaran sehingga akan mendapatkan hasil yang lebih baik dari sebelumnya.
dan juga perlu dihindari bahwa seorang guru seharusnya jangan
Menilai hasil belajar Siswa (yakni pencapaian tujuan belajar).
Selama ini guru mengadakan penilaian hanya untuk mencari angka atau nilai untuk anak didik. Apabila anak banyak memperoleh nilai dibawah 6 (enam), maka guru menganggap bahwa anak didiklah yang gagal dalam menyerap materi pelajaran atau materi pelajaran terlalu berat, sehingga sukar dipahami oleh anak. Kalau anak yang memperoleh nilai dibawah 6 mencapai 50% dari jumlah anak, hal ini sudah merupakan kegagalan guru dalam melaksanakan evaluasi di akhir pelajaran.

Contoh konkret nya adalah :
seorang guru ketika mengajar seharusnya dalam memberikan penilaian terhadap siswa harus saling terbuka dalam memberikan nilai.tujuan dari ini semua adalah agar siswa dapat termotivasi dan menjadi bahan evaluasi bagi mereka untuk menjadi tambah semangat belajar.

Margret Ade Cipta Rahmani said...

Nama : Margret Ade Cipta Rahmani
NPM : 09.601040.022

Permasalahan yang selalu terjadi di sekolah yaitu kurang objektifnya penilaian atau hasil evaluasi dalam suatu rposes pembelajaran. Padahal secara khusus pula penialaian dan evaluasi itu memiliki pengertian dan fungsi masing-masing.
Berdasarkan yang saya pelajari dan saya pahami, tahapan dalam evaluasi hasil belajar itu terdiri atas :
1. Mengukur ( mengobservasi kelas, dapat dilakukan dengan wawancara misalnya dll)
2. Pengujian (melalui bentuk tes selama atau setelah proses pembelajaran berlangsung)
3. Penilaian (melalui hasil pengujian)
4. Evaluasi.

Tahapan keempat (evaluasi) ini lah yang seharusnya menjadi titik utama yang menentukan tingkat keberhasilan seorang guru dalam mengajar, dapatkah ia mengubah peserta didiknya dari yang tidak tahu menjadi tahu,dapatkah ia melangsungkan proses pembelajaran secara akurat dan maksimal, dapatkah ia melaksanakan rencana pembelajarannya secara maksimal dan berkesinambungan, dsb, karena evaluasi itu tidak hanya dianggap perlu untuk peserta didik, tetapi juga ke berbagai arah yang berkaitan selanjutnya, yaitu untuk guru itu sendiri, terhadap orang tua murid dalam kaitannya untuk mengetahui perkembangan anaknya, bahkan untuk sekolah.

Evaluasi pembelajaran yang dilakukan disekolah2 mungkin saja sudah ada yang melakukannya dengan baik, dan mungkin juga ada yang belum maksimal. Contoh nyata seorang guru dapat melakukan evaluasi terhadap proses pembelajarannya melalui RPP yang telah disusun. Apakah model/metode pembelajaran yang direncanakan dapat berlangsung dengan maksimal, apakah tujuan dan indikator pembelajaran telah terpenuhi dan aspek2 dalam RPP lainnya.

Evaluasi pembelajaran ini sangat perlu dilakukan, agar perkembangan hasil belajar peserta didik itu dapat dipantau secara real dan objektif juga berkesinambungan dan utamanya PERKEMBANGAN itu sendiri dapat terjadi secara nyata.

FW said...

Nama: Sahida Achmad
NPM: 09601040043
Fakultas: KIP
Prodi: Matematika

ulasan saya mengenai evaluasi pembelajaran yaitu, evaluasi pembelajaran sangat penting untuk dilaksanakan karena itu sangat berpengaruh pada prestasi siswa dan proses pembelajaran,karena dengan evaluasi pembelajaran dapat diketahui kemampuan siswa dan keberhasilan guru dalam menyampaikan materi.
contoh konkrit yang paling sering ditemui di sekolah yaitu adanya ulangan harian yang biasanya dilakukan setiap selesai 1 BAB mata pelajaran, ulangan harian dilakukan oleh guru dengan soal-soal yang berkaitan dengan pelajaran yang sudah dipelajaridan hal tersebut dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa menyerap pelajaran yang sudah diberikan, dan dari ulangan harian itu guru juga dapat mengevaluasi diri dengan melihat hasil nilai dari siswa.

Aisya Padu said...

Nama: Fitriani
NPM: 09601040037
FKIP Matematika
Menurut saya evaluasi pembelajaran adalah suatu proses atau kegiatan yag sistematis, berkelanjutan dan menyeluruh dalam rangka pengendalian, penjaminan dan penetapan kualitas (nilai dan arti) berbagai komponen pembelajaran berdasarkan pertimbangan dan criteria tertentu sebagai bentuk pertanggungjawaban guru dalam melaksanakan pembelajaran.
Penilaian terhadap siswa tidak hanya mencakup penilaian perubahan atau perkembangan perilaku belajar setelah siswa menempuh suatu pelajaran tertentu. Penilaian terhadap perubahan dan perkembangan diri siswa dalam proses pembelajaran seharusnya juga mencakup : kecakapan dan pengetahuan awal (prior knowledge), aktivitas dan kecakapan yang tampak pada siswa selama proses pembelajaran berlangsung di kelas, dan aktivitas pengetahuan / kecakapan siswa yang dilaksanakan dan diperoleh di luar kelas atau di lingkungan hidup sehari-hari.
Contoh: Dorong munculnya suatu diskusi terhadap pengetahuan baru yang dipelajari. Dorong munculnya berfikir divergent, kaitan dan pemecahan ganda, bukan hanya ada satu jawaban yang benar. Dorong munculnya berbagai jenis luapan pikiran/aktivitas, seperti: main peran, simulasi, debat dan pemberian penjelasan kepada teman. Tekankan pada keterampilan berpikir kritis:analisis, membandingkan,generalisasi, memprediksi, menghipotesis. Kaitkan informasi baru ke pengalaman pribadi atau pengetahuan yang telah dimiliki oleh siswa.

FW said...

Nama : Umi Kalsum
NPM : 09601040055
FKIP : Matematika
Ulasan saya tentang evaluasi pembelajaran :
Menurut saya evaluasi pembelajaran sangat penting,karena dengan adanya evaluasi pembelajaran di sekolah-sekolah dapat mengetahui tingkat kemampuan peserta didik maupun kemampuan guru dalam membimbing peserta didiknya.Evaluasi itu sendiri harus didasari oleh kejujuran agar kekurangan-kekurangan terlihat jelas sehingga dapat menjadi bahan instropeksi bagi guru untuk menjadi lebih baik dalam menyampaikan materi.
Contoh :
Setiap di akhir pembelajaran guru memberi tugas kepada siswa mengenai materi hari berlangsungnya pembelajaran itu.Dari situ guru dapat mengevaluasi sejauh mana siswa mampu memahami materi yang di sampaikannya.

Seindah Bintang Kejora said...

NAMA : Dewi Mustika Sari
NPM : 09.6010400.017
Jurusan : Pend. Matematika

Assalamu'alaikum warohmatullaah wabarokaatuh

Mengacu pada asumsi bahwa pembelajaran merupakan sistem yang terdiri
atas beberapa unsur, yaitu masukan, proses dan keluaran/hasil; maka terdapat
tiga jenis evaluasi sesuai dengan sasaran evaluasi pembelajaran, yaitu:
1)Evaluasi masukan pembelajaran menekankan pada evaluasi karakteristik
peserta didik, kelengkapan dan keadaan sarana dan prasarana pembelajaran,
karakteristik dan kesiapan guru, kurikulum dan materi pembelajaran, strategi
pembelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran, serta keadaan lingkungan dimana
pembelajaran berlangsung.
2)Evaluasi proses pembelajaran menekankan pada evalusi pengelolaan
pembelajaran yang dilaksanakan oleh pembelajar meliputi keefektifan strategi
pembelajaran yang dilaksanakan, keefektifan media pembelajaran, cara mengajar
yang dilaksanakan, dan minat, sikap serta cara belajar siswa.
3)Evaluasi hasil pembelajaran atau evaluasi hasil belajar antara lain
mengguakan tes untuk melakukan pengukuran hasil belajar sebagai prestasi
belajar, dalam hal ini adalah penguasaan kompetensi oleh setiap siswa. (Ini merupakan model CIPP yang telah Bapak sampaikan minggu lalu)

Salah satu tujuan dilaksanakannya evaluasi proses dan hasil pembelajaran adalah
untuk mengetahui keefektifan pelaksanaan pembelajaran dan pencapaian hasil
pembelajaran oleh setiap siswa. Karena itu amatlah penting untuk dilaksanakan demi semakin meningkatakan mutu pembelajaran. Saya setuju dengan pernyataan bahwa model pembelajaran yang inovatif harus dinilai secara inovatif pula (asesman). Sangat disayangkan, apabila adae guru yang menerapkan model pembelajaran yang inovatif, namun tidak dinilai sesuai dengan yang telah dia upayakan demi kemajuan proses pembelajran. Asesman sangat penting dilaksanakan, karena dapat membantu Memonitor kemajuan belajar peserta didik, mengevaluasi guru, meningkatkan kualitas pengajaran. Paling tidak ada 2 jenis asesmen yang perlu kita ketahui, yaitu :
a)Asesmen Autentik:asesmen hasil belajar yang menuntut peserta didiknya dapat menunjukkan hasil belajar berupa kemampuan dalam kehidupan nyata, bukan sesuatu yang dibuat-buat atau yang hanya diperoleh di kelas, tetapi tidak dikenal dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya Group performance assessment, Individual performance assessment, interview, observasi,dll.
b)Asesmen portofolio adalah asesmen yang terdiri dari kumpulan hasil karya peserta didik (bisa berasal dari asesmen autentik) yang disusun secara sistematik, sehingga menunjukkan dan membuktikan upaya, hasil, proses, dan kemajuan (progress) belajar yang dilakukan peserta didik dalam jangka waktu tertentu.
Tentunya agar berjalan dengan lancar dan sesuai harapan, harus melalui beberapa tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian.

Contoh konkritnya di Sekolah :
Seorang guru matematika di sebuah SMPN, rajin memberikan tes (pretest/postes) setiap di awal dan akhir menjelaskan materi. Selain itu sering juga memberikan tugas-tugas individu mapun kelompok. Setiap hasil tes, dikumpulkan dan dinilai, lalu dibagikan kepada masing-masing siswa. Guru mempunyai catatan khusus tentang nilai mereka, mereka pun menyimpan dan mengumpulkan secara rapi dan sistematik dari setiap hasil tes/tugas-tugas yang telah dibagikan. Sehingga tidak ada kebohongan/perekayasaan oleh siswa maupun guru. dan orang tua siswa juga diharapkan tahu, dengan membubuhkan paraf pada setiap proses pembelajaran yang berlangsung maupun hasil-hasil yang dibagikan oleh gurunya.

Aisya Padu said...

Nama: HUSWATUN HASANAH
NPM : 09601040034
FKIP: MATEMATIKA

Evaluasi pembelajaran ternyata sangat penting dilakukan oleh seorang guru karena dengan evaluasi guru dapat mengukur kemampuan siswanya, mengetahui kemampuan siswa dalam serta guru juga dapat menilai seberapa efektif kegiatan belajar mengajar yang dilakukan. Didalam mengajar ada 4 penentu hasil belajar yaitu, proses mengukur, proses pengujian, penilaian dan yang terakhir melakukan evaluasi..

Contohnya: saat guru akan mengajar yang pertama dilakukanya adlah mengkr siswa-siswanya. Hal ini dapat dilakukan dari observasi kelas atau dari pose wawancara santai.. selanjutnya dilakukan poses pengujia yaitu dengan memberika soal yang sesuai dengan materi yang diajarkan, kemudian dilakukan lah proses penilaian,, yang dinilai disini tidak hanya prestasi tetapi juga kemandirian, sikap, prilaku, motivasi, dan minat siwa dalam belajar, setelah ketiganya sudah dilakukan maka yang terakhir adalah melakukan evaluasi terhadap apa yang diajarkan, apakah sudah sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Jika belum maka guru harus merubah indicator-indicator dalam RPP.

Sarah Tri Ketrin said...

Nama : Sarah Tri Ketrin
NPM : 09.601040.050
Jurusan : Matematika

melakukan pengevaluasian dalam pembelajaran merupakan salah satu hal yang harus dilakukan oleh setiap sekolah. hal ini bertujuan agar para pendidik mengetahui betul karakter dari peserta didik. dengan adanya evaluasi dalam pembelajaran maka proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik. dan guru dapat dengan mudah mengetahui anak yang mempunyai kemampuan lebih maupun anak yang mempunyai kemampuan yang kurang.

contoh :
di sekolah saya yang dulu, pada mata pelajaran matematika setiap habis bab guru saya akan memberikan kuis kepada kami siswanya. hal ini bertujuan agar guru saya mengetahui kemampuan siswanya dalam pembelajaran yang telah diberikan dalam satu bab tersebut.

FW said...

Nama : IRAWATI
NPM : 09.601040.023
Prodi : Pendidikan Matematika

Ulasan saya tentang evaluasi pembelajaran yang dilakukan di sekolah:
Evaluasi pembelajaran pada dasarnya merupakan suatu proses penilaian seorang guru terhadap kegiatan pembelajaran (dari awal sampai akhir) yang dilakukan di sekolah. Bentuk evaluasi pembelajaran dapat berupa penilaian kuantitatif dan kualitatif. Evaluasi dapat dilakukan setiap kali pertemuan, setiap akhir materi yang diajarkan, maupun setiap akhir semester. Tujuan daripada evaluasi sendiri adalah untuk mengukur sejauh mana kemampuan yang dicapai oleh peserta didik selama proses kegiatan pembelajaran. Selain itu, evaluasi juga dapat mengukur berhasil tidaknya seorang guru dalam hal mendidik peserta didiknya. Dari hasil evaluasi pembelajaran, peserta didik dapat mengukur kemampuan yang diraihnya sehingga dapat menindaklanjuti kemampuan yang dimilikinya menjadi lebih baik lagi. Demikian sebaliknya, apabila kemampuan yang diraihnya kurang, peserta didik dapat mengasahnya lebih giat lagi. Dari pihak guru sendiri, dengan adanya hasil evaluasi pembelajaran dapat menilai kemampuannya dalam mendidik para peserta didik. Selain itu, guru juga dapat mengintrospeksi dirinya apabila terjadi penurunan atas hasil kegiatan pembelajaran yang dicapai oleh siswanya. Entah dari cara menyampaikan materi, atau situasi kelas yang terbangun seringkali menjadi faktor peserta didik tidak mampu menyerap materi dengan baik.
Contohnya: Seorang guru melakukan sebuah tes tentang suatu materi yang diajarkan pada akhir kegiatan pembelajaran. Hasil belajar tersebut diberitahukan kepada siswa. Guru dapat mengevaluasi hasil belajar tersebut dari proses awal belajar sampai akhir kegiatan pembelajaran. Bentuk evaluasi dapat berupa kemandirian siswa dalam menjawab soal tes, sikap dan perilaku siswa selama kegiatan pembelajaran, dan hasil tes yang diberikan.

Sarah Tri Ketrin said...
This comment has been removed by the author.
Sarah Tri Ketrin said...

Nama : Jainal
NPM : 09601040057
FKIP Matematika

evaluasi belajar dapat membantu peserta didik dalam mengetahui kemampuan yang dimilikinya. dengan mengetahui kemampuannya peserta didik dapat memotivasi dirinya sendiri untuk lebih giat lagi belajar, dan evauasi juga membantu guru dalam mengetahui tingkat kemampuan peserta didiknya.
contoh:
guru menerapkan beberapa metode pembelajaran di kelas. hal ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan peserta didiknya.

Syahruddin said...

Nama : Syahruddin
NPM : 09601040014
Prodi : Matematika

Menurut saya evaluasi sangat penting di lakukan di sekolah, agar para guru dapat mengukur sejauh mana kemampuan para peserta didik. dengan mengetahui kemampuan para peserta didik, guru akan lebih mudah menyampaikan pelajaran di kelas.
contoh : pada akhir semester, guru mengadakan ujian akhir semester. hal ini dilakuakan agar para guru mengetahui sampai sejauh mana peserta didik memahami pelajaran yang telah di sampaikan selama satu semester.

Syahruddin said...

Nama : Fransiskus Dhope
NPM : 09601040006
Prodi : Matematika

menurut saya evaluasi belajar dapat membantu siswa untuk mengetahui kemampuan yang dia miliki. dengan mengetahui kemampuan yang dimilikinya, maka siswa tersebut bisa memotovasi dirinya untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. hal ini juga dapat membantu guru dalam mengetahui tingkat kemampuan muridnya.

contoh: ujian yang dilakukan pada akhir semester.

Syahruddin said...

Nama : Nurul Hayati
Prodi Matematika

ulasan saya adalah evaluasi belajar yang di lakukan di sekolah merupakan salah satu hal yang bisa meningkatkan prestasi siswa. karena dengan melakukan evaluasi belajar siswa dan dapat mengetahui kemampuan yang dimilikinya, dan dengan melakukan evaluasi belajar guru dapat memperbaiki cara pengajarannya.

contoh :
guru memberikan tugas secara individu kepada siswa. dan tugas tersebut dikumpul pada saat itu juga.

evanz said...

Nama : DYAN KURNIA
NPM : 09.601040.024
FKIP MATEMATIKA

Evaluasi pembelajaran merupakan tolak ukur seorang guru untuk
mengetahui kualitas pembelajaran, dimana evaluasi ini merupakan suatu
kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan suatu objek dengan
menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan untuk memperoleh suatu
kesimpulan. Fungsi utama evaluasi adalah menelaah suatu objek atau
keadaan untuk mendapatkan informasi yang tepat sebagai dasar untuk
pengambilan keputusan. Untuk memperoleh informasi yang tepat dalam
kegiatan evaluasi dilakukan melalui kegiatan pengukuran.
Berdasarkan sasarannya evaluasi dirumuskan dengan CIPP
1. Contex
Evaluasi yang ditujukan untuk mengukur konteks program baik mengenai
rasional tujuan, latar belakang program, maupun kebutuhan-kebutuhan
yang muncul dalam perencanaan
2. Input
Evaluasi yang diarahkan untuk mengetahui input baik sumber daya maupun
strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan.
3. Proses
Evaluasi yang di tujukan untuk melihat proses pelaksanaan, baik
mengenai kalancaran proses, kesesuaian dengan rencana, faktor
pendukung dan faktor hambatan yang muncul dalam proses pelaksanaan,
dan sejenisnya.
4.Product
Evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil program yang dicapai
sebagai dasar untuk menentukan keputusan akhir, diperbaiki,
dimodifikasi, ditingkatkan atau dihentikan. Serta untuk melihat hasil
belajar siswa lebih lanjut, yankni evaluasi lulusan setelah terjun ke
masyarakat.
CONTOH :
Saat kita mengajar mulai dari awal masuk kita sudah bisa mengevaluasi
siswa, mulai dari sikap, prilaku, minat, motivasi dan prestasinya.
Kita juga sebagai calon guru bisa mengaplikasikannya saat nanti kita
terjun di dunia pendidikan, misalnya kita telah mempersiapkan semacam
catatan harian kecil berupa portofolio, untuk mencatat bagaimana
proses belajar siswa, bagaimana sikap, prilaku, minat, motivasi mereka
di dalam kelas. Misalnya saja : ada siswa yang ribut dalam
kelas,kemudian kita sebagai guru menegur, nah proses inilah yang
dinamakan evaluasi dimana saat itu kita tahu sikap, prilaku, minat,
motivasi siswa tersebut, dengan kita menegur siswa tersebut akan
terjadi suatu perubahan tingkah laku dan sikap siswa.

evanz said...

Nama : Nurhalima
NPM : 09.6010400.011
PRODI : Matematika

Ulasan saya adalah :
Evaluasi mempunyai fungsi : Kurikuler (alat pengukur ketercapaian
tujuan mata pelajaran), instruksional (alat ukur ketercapaian tujuan
proses belajar mengajar), diagnostik (mengetahui kelemahan siswa,
penyembuhan atau penyelesaian berbagai kesulitan belajar siswa).,
placement (penempatan siswa sesuai dengan bakat dan minatnya, serta
kemampuannya) dan administratif BP (pendataan berbagai permasalahan
yang dihadapi siswa dan alternatif bimbingan dan penyuluhanya)

Contoh:
Setelah selesai proses belajar mengajar guru memberikan tugas kemudian
dikerjakan dan dinilai.dari sinilah guru dapat mengetahui kemampuan
siswa.

evanz said...

Nama : Kurnia Ningsih
NPM : 09.6010400.051
PRODI : Matematika

Ulasan saya adalah :
Faktor penting untuk mencapai tujuan pembelajaran yang bermakna adalah
proses evaluasi yang dapat mendorong siswa belajar untuk lebih giat
belajar secara terus menerus dan juga mendorong guru untuk lebih
meningkatkan kualitas proses pembelajaran serta mendorong iklim
belajar yang kondusif, sehingga melahirkan tujuan yang ingin di capai
tanpa melupakan nilai – nilai kearifan lokal yang berkembang ditengah
masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut, untuk mencapai tujuan
pembelajaran dibutuhkan guru yang tidak hanya mampu mengajar dengan
baik tetapi juga mampu melakukan evaluasi dengan baik. Kegiatan
evaluasi sebagai bagian dari program pembelajaran perlu lebih
dioptimalkan. Evaluasi tidak hanya bertumpu pada penilaian hasil
belajar, tetapi juga perlu penilaian terhadap input, output maupun
kualitas proses pembelajaran itu sendiri.
Contoh :
Setelah selesai melakukan proses belajar mengajar dengan menggunakan
model pembelajaran terbaru guru memberikan tugas untuk mengukur
seberapa efektif model pembelajaran dalam mempengaruhi minat dan
motivasi siswa.

evanz said...

Nama : Dewi Sartika Damayanti
NPM : 09.6010400.004
PRODI : Matematika

Ulasan saya adalah :
Evaluasi pembelajaran adalah suatu proses mengumpulkan, menganalisis
dan menginterpretasikan informasi secara sistematik untuk menetapkan
sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran. Untuk memperoleh
informasi yang tepat dalam kegiatan evaluasi dilakukan melalui
kegiatan pengukuran. Pengukuran merupakan suatu proses pemberian skor
atau angka-angka terhadap suatu keadaan atau gejala berdasarkan
atura-aturan tertentu. Dengan demikian terdapat kaitan yang erat
antara pengukuran dan evaluasi kegiatan pengukuran merupakan dasar
dalam kegiatan evaluasi. Evaluasi adalah proses mendeskripsikan,
mengumpulkan dan menyajikan suatu informasi yang bermanfaat untuk
pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Evaluasi pembelajaran
merupakan evaluasi dalam bidang pembelajaran.
Contoh :
Setiap akhir proses pembelajaran guru memberikan angket untuk mengukur
seberapa besar kemampuan siswa dalam memahami materi yang sudah di
ajarkan nya.

Muhammad Satrio said...

nama: muhammad satrio Pradana suryadi
npm: 09601040016
prodi:pendidikan matematika

evaluasi penting dilakukan karna dengan dilakukannya evaluasi maka apat diketahui sejauh mana jarak antara hasil pembelajaran yang dicapai dengan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. selain itu dengan evaluasi juga dapat diketahui kinerja dari sang guru itu sendiri, dan feedback yang diterima dari siswa terhadap kegiatan belajar mengajar, yang dapat dijadikan acuan dalam menyusun rencana pembelajaran selanjutnya
contoh : seorang guru memberikan tes kepada siswa untuk mngetahui seberapa besar pemahaman materi yang mereka terima. selin itu sang guru juga memperhatikan bagaimana sikap dan oerilaku mereka selama didalam kelas terhadap kegiatan belajar mengajar yang dlakukan dan materi yang diajarkan

widya wulandari said...
This comment has been removed by the author.
Nur HalimaH said...
This comment has been removed by the author.
Ryeowook said...

Nama : Sri wanty Ridwan
Npm : 12601040051
FKIP MATEMATIKA 2012
Evaluasi pembelajaran merupaan kegiatan yang membandeingkan antara hasil implementasi dengan kriteria dan standar yang telah ditetapkan untuk melihat ketercapaian/keberhasilan proses pembelajaran. Evaluasi pembelajaran disekolah sangatlah penting bagi peserta didik dan, dengan adanya evaluasi yang dilakukan, peserta didik dapat mengetahui sampaimana kemampua yang dimiliki dan evaluasi bisa menjadi tolak ukur bagi guru mengenai sejauh mana kemampuan peserta didik, dalam pemahaman terhadap materi yang telah diberikann oleh guru, sehingga bisa diketahui bila terdapat selisih antara standar yang telah ditetapkan dengan hasil yang bisa dicapai peserta didik dan apakah guru dalam menyampaikan materi sudah menggunakan model atau metod yang tepat, yang sesuai dengan peserta didik. Evaluasi pada dasarnya untuk memberikan pertimbangan atau penilaian berdasarkan criteria tertentu, penilaian tersebut biasanya dikenal dengan asasemen, banyak jenis dari asasemen yang pada dasarnya sebagai pertimbangan guru untuk memberikan penilaian, yang seharusnya didasarkan pada kemampu peserta didik yang sesungguhnya. Pada saat ini sistem penilaian disekolah berdasar pada 3 aspek, yaitu :
a. Afektif, keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.
b. kognitif, kemampuan siswa
c. psikomotorik, respon balik tentang penjelasan guru atau tidak.

Pada saat di kelas guru memberikan penjelasan tentang materi yang dibawakannya, dengan metode tanya jawab guru dapat melihat keaktifan peserta didik di dalam kelas pada saat guru telah menyampaikan materi guru memberikan kesempatan untuk peserta didik untuk bertanya, begitu pun sebaliknya guru yang bertanya dan peserta didik yang menjawab. Setiap siswa dapat menyampaikan pendapat yang menurutnya benar. Dalam hal ini guru dapat melihat 3 aspek yang menjadi sistem penilaian disekolah yaitu afektif, kognitif, dan psikomotorik. Kemudian dengan cara memberikan soal-soal setelah menjelaskan materi dan proses tanya jawab guru dapat mengetahui kognitif peserta didik yang sesungguhnya, disini peserta didik diharuskan untuk berusaha sendiri tanpa bekerja sama dengan peserta didik lain (menyontek dengan temannya) hal itu dilakukan untuk dapat mengetahuai nilai murni dari peserta didik berdasarkan kemampuannya masing-masing.

arindhi said...

Nama : Arindhi Yulianingtyas
Npm : 12.601040.040
Jurusan : Matematika

Melaksanakan pembelajaran perlu persiapan dari guru dalam mengupayakannya sehingga hasil belajar dapat tercapai secara optimal. Hal penting yang perlu dipersiapakan oleh guru yaitu rencana pelaksanaan pembelajaran. Saat ini model pembelajaran yang di rancang dan diberikan sangat inovatif, tapi cara penilaiannya masih biasa-biasa saja. Karena tes tradisional cenderung hanya mengukur kemampuan kognitif peserta didik saja dan terkadang hasil tes tersebut tidak murni (bila peserta didik menyontek, dsb). Padahal, dalam pembelajaran inovatif peserta didik dituntut untuk lebih berproses secara aktif dalam pembelajaran. Evaluasi merupakan komponen yang sangat penting dalam pembelajaran. Jika pembelajaran diartikan kepada aktivitas pencarian dan transfer ilmu pengetahuan dan informasi yang bertujuan agar terjadi perubahan pada diri siswa dalam bentuk penambahan ilmu pengetahuan dan perubahan perilaku, maka evaluasi merupakan komponen yang akan mengukur penambahan dan perubahan perilaku itu. Berhasil atau tidaknya suatu pembelajaran tidak akan dapat diketahui tanpa adanya evaluasi. Untuk itu, evaluasi tidak dapat diabaikan dalam proses pembelajaran. Evaluasi adalah proses mendeskripsikan, mengumpulkan dan menyajikan suatu informasi yang bermanfaat untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Evaluasi pembelajaran merupakan evaluasi dalam bidang pembelajaran. Tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk menghimpun informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui taraf kemajuan, perkembangan, dan pencapaian belajar siswa, serta keefektifan pengajaran guru. Evaluasi pembelajaran mencakup kegiatan pengukuran dan penilaian.
Telah disampaikan sebelumnya bahwa model pembelajaran yang inovatif harus dinilai secara inovatif pula. Penilaian tersebut biasa dikenal dengan asesmen. Macam-macam asesmen, yaitu:
1 . Asesmen autentik (Asesmen kineja).
Asesmen berbasis kinerja merupakan bentuk ujian di mana peserta didik menjawab suatu pertanyaan atau membuat produk dan mendemonstrasikan ketrampilan atau menampilkan kemampuan/pengetahuan.
2. Asesmen Portofolio.
Asesmen portofolio adalah asesmen yang terdiri dari kumpulan hasil karya peserta didik (bisa berasal dari asesmen autentik) yang disusun secara sistematik, sehingga menunjukkan dan membuktikan upaya, hasil, proses, dan kemajuan (progress) belajar yang dilakukan peserta didik dalam jangka waktu tertentu.
Contoh konkrit evaluasi pendidikan disekolah yaitu :
Saat ini sistem penilaian yang digunakan yaitu ada 3 aspek, yaitu :
1. Afektif ( Sikap )
2. Kognitif (Pengetahuan )
3. Psikomotorik ( Keterampilan )
Saat dikelas, guru biasanya menilai siswa dari tiga aspek itu. Dan biasanya sebelum menilai guru memberikan penjelasan dengan metode, strategi, dan model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan. Di dalam penilaiannya pun guru menggunakan system penilaian yang berbeda. Pada saat saya SMA di kelas guru memberikan penjelasan tentang materi yang dibawakannya, dengan menggunakan beberapa metode seperti ceramah dan diskusi. Pada saat guru telah menyampaikan materi guru memberikan tes Tanya jawab untuk peserta didik. Setiap siswaditanya satu persatu untuk menjawab pertanyaan yang diberikan atau tes secara lisan. Dalam hal ini guru dapat melihat kemampuan atau pemahaman kami atau siswa dalam memahami penjelasannya. Berarti disini guru melakukan evaluasi dengan system penilaian kognitif. Karena yang dinilai adalah pengetahuan yang dimiliki atau didapatkan kami atau siswa selama mengikuti pembelajaran. Dengan melakukan tes secara lisan kami atau siswa tidak dapat bekerja sama dan meminimalisir kami atau siswa untuk saling menyontek dan guru dapat memberikan penilaian dengan hasil yang jujur.

Ryeowook said...

Nama : Sri wanty Ridwan
Npm : 12601040051
FKIP MATEMATIKA 2012

Evaluasi pembelajaran merupaan kegiatan yang membandeingkan antara hasil implementasi dengan kriteria dan standar yang telah ditetapkan untuk melihat ketercapaian/keberhasilan proses pembelajaran. Evaluasi pembelajaran disekolah sangatlah penting bagi peserta didik dan, dengan adanya evaluasi yang dilakukan, peserta didik dapat mengetahui sampaimana kemampua yang dimiliki dan evaluasi bisa menjadi tolak ukur bagi guru mengenai sejauh mana kemampuan peserta didik, dalam pemahaman terhadap materi yang telah diberikann oleh guru, sehingga bisa diketahui bila terdapat selisih antara standar yang telah ditetapkan dengan hasil yang bisa dicapai peserta didik dan apakah guru dalam menyampaikan materi sudah menggunakan model atau metod yang tepat, yang sesuai dengan peserta didik. Evaluasi pada dasarnya untuk memberikan pertimbangan atau penilaian berdasarkan criteria tertentu, penilaian tersebut biasanya dikenal dengan asasemen, banyak jenis dari asasemen yang pada dasarnya sebagai pertimbangan guru untuk memberikan penilaian, yang seharusnya didasarkan pada kemampu peserta didik yang sesungguhnya. Pada saat ini sistem penilaian disekolah berdasar pada 3 aspek, yaitu :
a. Afektif, (keaktifan siswa dalam proses pembelajaran).
b. kognitif, (kemampuan siswa)
c. psikomotorik, (respon balik tentang penjelasan guru atau tidak).

Pada saat di kelas guru memberikan penjelasan tentang materi yang dibawakannya, dengan metode tanya jawab guru dapat melihat keaktifan peserta didik di dalam kelas pada saat guru telah menyampaikan materi guru memberikan kesempatan untuk peserta didik untuk bertanya, begitu pun sebaliknya guru yang bertanya dan peserta didik yang menjawab. Setiap siswa dapat menyampaikan pendapat yang menurutnya benar. Dalam hal ini guru dapat melihat 3 aspek yang menjadi sistem penilaian disekolah yaitu afektif, kognitif, dan psikomotorik. Kemudian dengan cara memberikan soal-soal setelah menjelaskan materi dan proses tanya jawab guru dapat mengetahui kognitif peserta didik yang sesungguhnya, disini peserta didik diharuskan untuk berusaha sendiri tanpa bekerja sama dengan peserta didik lain (mencontek dengan temannya) hal itu dilakukan untuk dapat mengetahuai nilai murni dari peserta didik berdasarkan kemampuannya masing-masing.

arindhi said...

Nama: Ratih Vihafsari
NPM : 12601040010
FKIP Matematika lokal A.1 2012.
Berikut ulasan saya mengenai evaluasi pembelajaran.
Tentu evaluasi pembelajaran sangat penting dilakukan setelah proses pembelajaran. Tujuan evaluasi pembelajaran itu sendiri adalah untuk menghimpun informasi yg dijadikan dasar untuk mengetahui taraf kemajuan, perkembangan, dan pencapaian belajar siswa, serta keefektifan pengajaran guru. Model pembelajaran dan evaluasi saling terkait satu sama lain. Model pembelajaran yang dilaksanakan akan semakin baik, bila dalam pengimplementasiannya selalu memperhatikan hasil evaluasi yang telah dilakukan. Jadi bisa dikatakan, evaluasi hadir salah satunya untuk menilai keberhasilan model pembelajaran yang telah dilaksanakan. selain itu evaluasi tentu saja dapat membantu pendidik untuk mengetahui kemampuan-kemampuan siswanya dilihat dari 3 ranah keluaran belajar (ranah afektif,kognitif, dan psikomotorik).
Contoh kongkritnya: seorang guru menggunakan model pembelajaran debate. Model pembelajaran debate ini merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Siswa dibagi ke dalam dua kelompok yang duduknya berhadapan, satu kelompok mengambil posisi pro dan satu kelompok lainnya dalam posisi kontra. Selanjutnya antara kelompok pro dan kontra saling melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan / diberikan. Laporan masing-masing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diutarakan sesuai pendapat masing-masing kelompok dengan dibimbing oleh guru yang akhirnya dapat ditarik suatu kesimpulan. kemudian guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat yang tengah dilakukan..

SITI FAUZIAH YAHYA said...
This comment has been removed by the author.
tha.ritha said...

Nama: Erawati
Npm: 12.601040.059
Fkip matematika 2012

Evaluasi pembelajaran merupakan bagian penting dalam sebuah kurikulum. Evaluasi ialah proses merancang sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar atau sesudah proses belajar mengajar selama kegiatan tersebut berlangsung agar tujuan dapat tercapai sesuai keinginan.

contohnya :
- Memberikan tugas rangkuman kepada peserta didik materi yang telah di bahas
- Memberikan tugas seperti latihan soal dan setelah itu di periksa oleh guru.

ratna sari said...

Nama : Ratnasari
NPM : 12601040071
Evaluasi Pembelajaran yang dilakukan disekolah sangatlah penting dalam proses pembelajaran agar model pembelajaran yang telah dipilih dapat dilaksanakan dengan baik. Melalui evaluasi pembelajaran kita dapat menghimpun informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui taraf kemajuan, perkembangan, dan pencapaian belajar siswa, serta keefektifan pengajaran guru. Dengan adanya evaluasi pembelajaran maka peserta didik menjadi tahu kelebihan dan keterbatasannya dalam memahami materi. Di samping evaluasi bagi peserta didik, hasil belajar siswa juga bisa di gunakan untuk mengevaluasi guru. Jadi dengan adanya evaluasi pembelajaran, siswa akan termotivasi dengan mengetahui hasil belajarnya dan guru juga dapat mengevaluasi diri untuk menjadi lebih baik.
Contoh konkritnya disekolah tentang evaluasi pembelajaran tersebut adalah ketika seorang guru memberikan ujian tertulis kepada peserta didik untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang telah di sampaikan. Hasil dari ujian tersebut kemudian di bagikan kepada siswa sesuai dengan hasil ujiannya. Siswa yang tidak tuntas di berikan tugas tambahan oleh guru untuk memotivasi siswa untuk belajar lagi untuk mencapai ketuntasan Nilainya. Tetapi pada kenyataannya, tidak semua siswa menjawab sesuai dengan kemampuan. Pada umumnya terutama di sekolah-sekolah saat ini, selalu saja ada siswa yang bekerja sama dengan teman-temannya sehingga siswa tersebut mendapat ketuntasan, sementara pemahamannya terhadap materi itu sendiri sebenarnya kurang. Dari sinilah peran guru harus bisa menilai apakah siswa itu benar-benar paham atau tidak.

ratna sari said...
This comment has been removed by the author.
ratna sari said...

Nama : Dian Sari
NPM : 12.601040.004
Ulasan saya mengenai evaluasi pembelajaran disekolah adalah penilaian, pengukuran terhadap pencapaian belajar siswa dan mengetahui sejauh mana keberhasilan guru dalam kegiatan pembelajarannya atau kefektifan pengajarannya. Evaluasi sangat penting dalam pembelajaran karena mempunyai tujuan utama yang dapat membantu siswa dalam mengukur kemampuan atau pemahamannya dalam sebuah pembelajaran. Dengan mengetahui kemampuannya, siswa menjadi tahu kelemahannya maupun kelebihannya dalam proses pembelajarannya sehingga siswa lebih termotivasi dalam mengikuti kegiatan pembelajarannya untuk menjadi lebih baik. Disisi lain guru juga dapat mengevaluasi diri berdasarkan hasil belajar siswa sehingga guru bisa meningkatkan efektifitas pengajarannya dalam proses pembelajarannya.
Contoh konkritnya adalah ketika menjadi peserta didik, kita pernah mengikuti tes yang dilakukan guru. Tes ini bertujuan untuk mengukur dan menilai sejauh mana pemahaman kita pada materi tersebut.Pada umumnya guru mengawasi tes dengan baik agar mendapatkan hasil murni siswa dalam menjawab tes tesebut.Namun ada saja guru yang tidak mengawasi tes dengan ketat sehingga banyak terjadi pencontekan bagi siswa yang tidak bisa menjawab.Hal ini membuat guru tidak mendapatkan hasil tes murni kemampuan individu sehingga evaluasi yang didapat tidak akurat.

SITI FAUZIAH YAHYA said...

Nama : Siti Fauziah
NPM : 12.601040.027
Prodi : Pendidikan Matematika

Evaluasi (penilaian) adalah bagian integral dalam keseluruhan proses belajar mengajar. Evaluasi tidak hanya menagih daya ingat dan menilai keberhasilan belajar siswa/i dalam menguasai materi pelajaran, tetapi juga menggali bagaimana siswa berproses dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.
Dengan adanya evaluasi ini, dapat membantu siswa mencapai perkembangan pendidikan secara optimal dan dapat memberikan informasi yang membantu guru meningkatkan kemampuan mengajarnya.
Contoh : Setelah pembelajaran, guru meminta siswa membuat soal di kertas terkait materi pembelajaran. Kemudian soal tersebut di rolling sehingga setiap siswa mendapat soal yang telah dibuat oleh siswa lain (usahakan siswa tidak mendapat soalnya sendiri).
Selanjutnya, guru menunjuk siswanya untuk membacakan soal yang telah di dapat sekaligus memaparkan jawabannya.
Disini terapkan sistem diskusi, siswa yang telah menjawab soal boleh meminta tambahan dari siswa lain.
Begitu seterusnya hingga semua siswa menjawab soal.
Terakhir, guru memberikan kesempatan kepada siswa yang ingin menjadi sukarelawan untuk menarik kesimpulan.
Peran guru yakni meluruskan apabila terdapat kekeliruan oleh/antara siswa dan memberi poin (nilai) bagi siswa yang telah menjawab.

Rose Rahman said...

Nama: Rosmiati
NPM: 12601040002
Prodi: Pendidikan Matematika
Evaluasi pembelajaran merupakan evaluasi dalam bidang pembelajaran. Tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk menghimpun informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui taraf kemajuan, perkembangan, dan pencapaian belajar siswa, serta keefektifan pengajaran guru. Tujuan utama melakukan evaluasi dalam pendidikan adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai pencapaian tujuan instruksional oleh siswa, sehingga dapat diupayakan tindak lanjutnya yang merupakan fungsi dari evaluasi. Selain itu juga ada beberapa tujuan evaluasi yaitu sebagai berikut: Menilai ketercapaian tujuan, Mengukur macam-macam aspek pelajaran yang bervariasi, Memotivasi belajar siswa, dan Menentukan tindak lanjut hasil penilaian.
Contoh Konkrit dalam evaluasi pembelajaran di sekolah:
Guru menjelaskan kepada muridnya tentang materi yang telah ditetapkan, selanjutnya siswa diperintahkan untuk melakukan manipulasi aljabar. Misalnya guru memberika contoh tentang materi aljabar setelah semua paham siswa di perintahkan membuat soal yang sama dengan contoh yang diberikan dengan guru, setelah itu siswa menjawab sendiri.

Nur HalimaH said...

Nama: Nur Halimah
NPM: 12601040021
Prodi: Pendidikan Matematika

Ulasan saya tentang evaluasi pembelajaran adalah kita telah mengetahui bahwa evaluasi pembelajaran sangat penting di setiap sekolah. dan evaluasi pembelajaran itu sendiri adalah evaluasi terhadap proses belajar-mengajar. secara sistemik, evaluasi pembelajaran diarahkan pada komponen-komponen sistem pembelajaran, yang mencakup komponen input, yakni perilaku awal (entry behavior) siswa, komponen input instrumental yakni kemampuan profesional guru/tenaga kependidikan, komponen kurikulum (program studi, metode, media), komponen administratif (alat, waktu, dana);komponen proses ialah prosedur pelaksanaan pembelajaran;komponen output ialah hasil pembelajaran yang menandai ketercapaian tujuan pembelajaran.
Evaluasi pembelajaran berfungsi untuk pengembangan program, perencanaan dan pengembangan kurikulum, serta untuk akreditas program dan kelembagaan. sasaran evaluasi pembelajaran adalah tujuan pembelajaran, unsur dinamis pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan kurikulum. Tanpa evaluasi, kita tidak bisa mengetahui seberapa jauh keberhasilan siswa, dan tanpa evaluasi pula kita tidak akan ada perubahan menjadi lebih baik, maka dari itu secara umum evaluasi adalah suatu proses sistemik umtuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu program.

Contoh konkritnya adalah ketika guru selesai menjelaskan suatu materi tertentu, kemudian guru memberikan beberapa tes. Tes tersebut digunakan untuk mengetahui dan mengukur kemampuan dan pengetahuan siswa dalam materi tersebut. Misalnya: saat seorang guru matematika mengajar tentang melukis segitiga dan memberikan tugas kepada siswa untuk melukis berbagai macam tentang segitiga. Kemudian guru tersebut harus mengawasi para murid agar murid-murid dapat melukis segitiga dengan langkah-langkah yang benar. Guru menilai dengan memperhatikan apakah murid sudah dapat mencapai tujuan pembelajaran yang guru maksud apa belum. Jadi, guru harus menilai secara objektif bukan subjektif.
Ketika guru ingin memberikan tugas atau latihan terhadap para murid maka guru tersebut harus memberikan tugas yang sesuai dengan materi yang diajarkan atau diberikan kepada para murid. Jika seorang guru memberikan materi yang berupa praktikum maka guru tersebut harus memberikan tugas berupa praktikum pula.

Sulizsa Ijah said...

Nama: Suliza
NPM: 12601040069
Prodi: Pendidikan Matematika

Ulasan saya evaluasi pembelajaran di sekolah adalah Evaluasi merupakan subsistem yang sangat penting dan sangat di butuhkan dalam setiap sistem pendidikan, karena evaluasi dapat mencerminkan seberapa jauh perkembangan atau kemajuan hasil pendidikan. Dengan evaluasi, maka maju dan mundurnya kualitas pendidikan dapat diketahui, dan dengan evaluasi pula, kita dapat mengetahui titik kelemahan serta mudah mencari jalan keluar untuk berubah menjadi lebih baik ke depan.
Fungsi Evaluasi Pendidikan. Sangat diperlukan dalam pendidikan antara lain memberi informasi yang dipakai sebagai dasar untuk : 1. Membuat kebijaksanaan dan keputusan. 2. Menilai hasil yang dicapai para pelajar. 3.Menilai kurikulum. 4.Memberi kepercayaan kepada sekolah. 5. Memonitor dana yang telah diberikan. 6. Memperbaiki materi dan program pendidikan.

Contoh konkritnya adalah seorang guru untuk mengetahui kemampuan siswanya dengan memberikan beberapa latihan kepada siswanya yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan sebelumnya kepada muridnya. Misal: Guru memberikan materi dan contoh kepada muridnya tentang menghitung kubus. Dan setelah selesai mengajarkan guru memberikan latihan “hitunglah volume kubus” dengan tiap orang mempunyai nilai sisi kubus yang berbeda-beda, agar guru dapat mengetahui kemampuan siswa per individu dalam materi yang telah di ajarkan “Kubus”.

luluk muria said...

Nama: Luluk Dita Muria Sari
NPM: 12601040073
Prodi: Pendidikan Matematika
Ulasan saya adalah Evaluasi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan suatu objek dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan suatu tolak ukur untuk memperoleh suatu kesimpulan. Evaluasi pembelajaran mencakup kegiatan pengukuran dan penilaian. Evaluasi pembelajaran diarahkan kepada komponen input, komponen proses, dan komponen output pembelajaran. Tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk menghimpun informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui taraf kemajuan, perkembangan, dan pencapaian belajar siswa, serta keefektifan pengajaran guru.
Contoh konkrit evaluasi pembelajaran di sekolah:
Pengumpulan kerja siswa dalam bentuk portofolio. Portofolio merupakan sajian informasi atau data yang berupa kumpulan pekerjaan siswa sebagai bukti usaha, perkembangan dan kecakapan siswa dalam satu bidang atau lebih selama periode tertentu yang disusun secara sistematik.
Siswa diharapkan mengumpulkan potofolio setelah satu chapter selesai dengan batas waktu yang telah ditentukan. Dalam portofolio guru memberikan perintah meresume soal-soal mengenai chapter tersebut. Pada saat mengumpulkan portofolio siswa harus berani mempertanggung jawabkannya.
Artinya siswa harus mengumpulkan sendiri portofolio yang telah dikerjakan, pada saat itu juga kita akan mendiskusiskan kepada siswa mengenai portofolio yang telah siswa buat agar siswa tidak sembarangan membuat portofolio dan memahami portofolio yang dia buat sendiri.

arindhi said...
This comment has been removed by the author.
lavee said...

Nama :Ermita Ayu Piranti
NPM :12601040036
Jurusan:FKIP MATEMATIKA LOKAL A1 2012
Ulasan materi mengenai evaluasi pembelajaran:
Evaluasi pembelajaran merupakan usaha-usaha terarah, terencana, dan sistematis untuk meneliti proses pembelajaran. Evaluasi pembelajaran disekolah sangatlah penting bagi peserta didik, dengan evaluasi yang dilakukan peserta didik dapat mengetahui apakah saja keterbatasan dan kelebihannya dalam memahami materi, selain itu evaluasi juga dapat menjadi tolak ukur guru terhadap peserta didik.
Model pembelajaran yang inovatif harus dinilai secara inovatif pula. Penilaian tersebut biasa dikenal dengan asesmen. Evaluasi pada dasarnya dapat memberikan pertimbangan atau penilaian berdasarkan criteria tertentu, penilaian tersebut biasanya dikenal dengan asasemen, banyak ragam dari asasemen yang pada dasarnya sebagai pertimbangan guru untuk memberikan penilaian, yang seharusnya didasarkan pada kemampuan peserta didik yang sesungguhnya. Sebelum melakukan asesment ataupun evaluasi lebih dahulu dilakukan pengukuran.
Demikian bervariasinya model-model evaluasi, maka sangat penting bagi para guru agar ketika mengadakan kegiatan evaluasi , sebaiknya perlu mempertimbangkan lebih dahulu fungsi dan karakteristik evaluasi yang manakah yang hendak dibuat untuk para siswa dan sesuai dengan kondisi siswanya.
Ada banyak model yang bisa digunakan dalam melakukan evaluasi program khususnya program pendidikan. Meskipun terdapat beberapa perbedaan antara model-model tersebut, tetapi secara umum model-model tersebut memiliki persamaan yaitu mengumpulkan data atau informasi obyek yang dievaluasi sebagai bahan pertimbangan bagi pengambil kebijakan. Model pembelajaran dan evaluasi saling terkait satu sama lain.
Contohnya:
Guru memberikan ujian harian di kelas, siswa yang mengikuti ujian harus mengerjakan soal ujian secara mandiri dan jujur sesuai dengan kemampuan dan pengatuhuan yang dimilikinya, serta penilaian yang diberikan guru harus sesuai dengan yang dikerjakan oleh siswa tersebut atau harus murni sesuai dengan kemampuan yang dimiliki siswa bukan hasil dari tes yang tidak murni atau siswa tersebut mencontek. Guru harus menilai secara adil sesuai kemampuan siswa yang sesungguhnya.

lavee said...

Nama :Ermita Ayu Piranti
NPM :12601040036
Jurusan:FKIP MATEMATIKA LOKAL A1 2012
Ulasan materi mengenai evaluasi pembelajaran:
Evaluasi pembelajaran merupakan usaha-usaha terarah, terencana, dan sistematis untuk meneliti proses pembelajaran. Evaluasi pembelajaran disekolah sangatlah penting bagi peserta didik, dengan evaluasi yang dilakukan peserta didik dapat mengetahui apakah saja keterbatasan dan kelebihannya dalam memahami materi, selain itu evaluasi juga dapat menjadi tolak ukur guru terhadap peserta didik.
Model pembelajaran yang inovatif harus dinilai secara inovatif pula. Penilaian tersebut biasa dikenal dengan asesmen. Evaluasi pada dasarnya dapat memberikan pertimbangan atau penilaian berdasarkan criteria tertentu, penilaian tersebut biasanya dikenal dengan asasemen, banyak ragam dari asasemen yang pada dasarnya sebagai pertimbangan guru untuk memberikan penilaian, yang seharusnya didasarkan pada kemampuan peserta didik yang sesungguhnya. Sebelum melakukan asesment ataupun evaluasi lebih dahulu dilakukan pengukuran.
Demikian bervariasinya model-model evaluasi, maka sangat penting bagi para guru agar ketika mengadakan kegiatan evaluasi , sebaiknya perlu mempertimbangkan lebih dahulu fungsi dan karakteristik evaluasi yang manakah yang hendak dibuat untuk para siswa dan sesuai dengan kondisi siswanya.
Ada banyak model yang bisa digunakan dalam melakukan evaluasi program khususnya program pendidikan. Meskipun terdapat beberapa perbedaan antara model-model tersebut, tetapi secara umum model-model tersebut memiliki persamaan yaitu mengumpulkan data atau informasi obyek yang dievaluasi sebagai bahan pertimbangan bagi pengambil kebijakan. Model pembelajaran dan evaluasi saling terkait satu sama lain.
Contohnya:
Guru memberikan ujian harian di kelas, siswa yang mengikuti ujian harus mengerjakan soal ujian secara mandiri dan jujur sesuai dengan kemampuan dan pengatuhuan yang dimilikinya, serta penilaian yang diberikan guru harus sesuai dengan yang dikerjakan oleh siswa tersebut atau harus murni sesuai dengan kemampuan yang dimiliki siswa bukan hasil dari tes yang tidak murni atau siswa tersebut mencontek. Guru harus menilai secara adil sesuai kemampuan siswa yang sesungguhnya.

lavee said...

Nama :Yuliana Oktavianti
Npm :12601040025
FKIP MATEMATIKA LOKAL A1 2012
Setelah membaca materi evaluasi pembelajaran, saya menjadi tahu ternyata evaluasi merupakan kegiatan utama yang tidak dapat ditinggalkan. begitu juga proses evaluasi pada kegiatan belajar mengajar hampir terjai disetiap saat, tetapi tingkat formalitasnya berbeda-beda. evaluasi memiliki peranan penting untuk menentukan sukses atau tidaknya proses pembelajaran yang dilakukan selama ini. evaluasi yang dilakukan di SD, SMP, SMA bahkan perguruan tinggi membuat kita layak berada dilevel saat ini.hal ini dikarenakan hasil dari evaluasi yang kita lakukan telah memenuhi batas minimum dari tujuan yang telah ditetapkan. contoh konkrit saat proses belajar mengajar berlangsung evaluasi dilakukan, misalnya dalam pokok bahasan sistem persamaan linear dimana di dalam proses belajar mengajar tersebut guru mengkaitkan antara kehidupan nyata dengan konsep yang telah diajarkan. lalu, guru mengajak siswa untuk berpikir menyelesaikan soal tersebut bersama-sama kedalam penulisan model matematika. kemudian setelah pokok bahasan berakhir, guru memberikan tes utuk mengetahui seberapa jauh kemampuan anak dalam memahami materi yang telah diajarkan. bagi anak yang mempunyai nilai dibawah standar akan diberikan remidial dan bagi anak yang mempunyai nilai diats standar diberikan pengayaan. evaluasi dilakukan bukan untuk membandingkan antara siswa satu dengan yang lain tetapi membandingkan hasil dengan ketetapan yang telah ditentukan. sehingga, guru dapat mengetahui letak kesulitan siswa tersebut. dalam hal ini, penggunaan metode merupakan bagian dari evaluasi pembelajaran.

pendi markus said...

NAMA : PENDI MARKUS
NPM : 12601040038
FKIP : MATEMATIKA
Ulasan saya dari evaluasi pembelajaran.
Evaluasi adalah kegiatan identifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau belum, berharga atau tidak, dan dapat pula untuk melihat tingkat efisiensi pelaksanaannya.
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
Jadi,,evaluasi pembelajaran adalah suatu proses mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasi informasi secaras sistematik untuk menetapkan sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran.
Contohnya :
Guru memberikan ulangan harian kepada muridnya,, setelah itu guru menilai atau mengevaluasi ulangan harian tersebut,dan mendapatkan hasilnya enatah itu tercapai atau tidak tujuan pembelajaran tersebut. Jika tidak tercapai guru harus melakukan evaluasi sendiri dengan cara merubah gaya belajar agar dapat tercapai tujuan pembelajaran tersebut.. ^_*

lavee said...

NAMA : NYANI
NPM :12601040049
FKIP MATEMATIKA LOKAL A1 2012
Ini adalah ulasan saya mengenai evaluasi.
Evaluasi merupakan bentuk dari suatu penilaian. Jadi evaluasi sangat penting dalam proses kegiatan belajar mengajar baik untuk pendidik maupun peserta didik. Untuk peserta didik evaluasi itu penting untuk mengetahui apakah peserta didik itu bisa memahami materi yang dijelaskan oleh guru tersebut atau belum. Untuk guru (pendidik) evaluasi itu sangat penting untuk mengetahui apakah guru itu sudah berhasil atau belum dalam penggunaan metode, model, dan pendekatan yang digunakan dalam proses pembelajaran tersebut. Apabila belum sesuai maka guru harus menggunakan metode, model, pendekatan yang sesuai.
Contoh konkrit:
Untuk memberikan evaluasi biasanya guru memberikan tes tertulis atau ulangan harian tersebut. Tapi biasanya hasil evaluasi ini tidak bisa maksimal karena kurangnya pengawasan dari guru dan krtidakjujuran peserta didik (mencontek).

Mahdalina Ina said...

Nama : mahdalina
NPM : 12.01040.02
Prodi : Pendidikan Matematika

Ulasan saya tentang evaluasi pembelajaran:
Evaluasi pembelajaran sangat penting bagi tiap sekolah, karena evaluasi dapat mencerminkan seberapa jauh perkembangan hasil pembelajaran. Dengan evaluasi, maka berhasil atau tidaknya kualitas pembelajaran dapat diketahui. Evaluasi adalah salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan dalam kegiatan pendidikan dan pembelajaran. Melalui Evaluasi, kita akan mengetahui perkembangan hasil belajar, intelegensi, bakat khusus, minat, hubungan social, sikap dan kepribadian siswa atau peserta didik serta keberhasilan sebuah program. Evaluasi merupakan kegiatan pengumpulan kenyataan mengenai proses pembelajaran secara sistematis untuk menetapkan apakah terjadi perubahan terhadap peserta didik dan sejauh apakah perubahan tersebut mempengaruhi kehidupan peserta didik. Dalam melakuakan evaluasi, seorang guru harus bersikap jujur dalam menilai peserta didiknya sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Contoh konkrit evaluasi pembelajaran disekolah yaitu
Guru memberikan ujian kepada peserta didik, dimana tiap peserta didik membuat soal masing-masing sesuai dengan ketentuan no absen sehingga mendapatkan soal yang berbeda satu sama lainnya. Dengan begitu tidak ada yang saling menyontek. Disini guru bisa melihat kemampuan tiap peserta didik dan mengetahui apakah proses pembelajaran sudah berhasil atau belum.

Mahdalina Ina said...

Nama : Mita Paramita
NPM : 12601040006
Tugas : Evaluasi Pembelajaran
Ulasan saya mengenai Evaluasi Pembelajaran adalah dengan adanya evaluasi pembelajaran, peserta didik jadi tahu sejauh mana ia mampu menguasai materi yang telah diberikan oleh pendidiknya. Evaluasi hasil belajar dapat digunakan untuk banyak hal tentang siswa misalnya menentukan kelulusan siswa, naik/tidak naik kelas, menerapkan peringkat siswa di sekolah dan di kelas, memilih siswa untuk diterima di sekolah tertentu, memperoleh penghargaan dan sebagainya.
Dalam hal penilaian, ada 3 hal yang perlu dievaluasi mengenai kemajuan siswa dalam pembelajaran nilai-nilai yaitu perkembangan dalam nilai estetika, perkembangan dalam nilai nilai synnoetika, dan perkembangan nilai-nilai etika.
Evaluais berkaitan dengan pertanyaan “bagaimana efektivitas pengalaman belajar dapat dievaluasi dengan menggunakan tes atau menggunakan prosedur pengumpulan data yang sistematik lainnya?” dengan demikian kegiatan evaluasi sangat penting untuk mengukur sejauh mana keberhasilan siswa maupun guru dalam proses belajar mengajar.
Contoh konkritnya yaitu penilaian yang diterima oleh siswa selama atau setelah melalui proses pembelajaran. Seperti diadakannya ulangan harian, ujian nasional, dan berbagai tes untuk mengukur sejauh mana pemahaman seorang siswa selama belajar.

widya wulandari said...

Nama: Widya Wulandari
NPM: 12.601040.053
Jurusan: Pendidikan Matematika

Ulasan Evaluasi Pembelajaran
Evaluasi merupakan penilaian program, proses dan hasil pendidikan dapat diartikan sebagai suatu pengukuran yang bersifat kualitatif dan juga bersifat kuantitatif. Evaluasi pembelajaran sangatlah penting di terapkan di sekolah karena untuk menentukan kualitas pembelajaran keseluruhan di sekolah, mencakup tahap perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran. Sehingga kita bisa mengetahui tolak ukur siswa dalam menyerap pelajaran, dan untuk mengukur keberhasilan guru dalam menerangkan pelajaran. Kelemahan proses kegiatan mengajar meliputi bobot materi yang disajikan,metode yang diterapkan, media yang digunakan dan strategi yang di laksanakan dalam proses belajar-mengajar. Dan fungsi evaluasi bagi siswa yaitu mengungkapkan penguasaan materi pembelajaran dan mengungkapkan kemajuan individual maupun kelompok dalam mempelajarari setiap mata pelajaran serta hendaknya guru dalam melakukan evaluasi sebaiknya sesuai dengan 3 asas evaluasi yatu: Asas komprehensif meliputi evaluasi harus meliputi keseluruhan pribadi siswa yang di evaluasi (kognitif, afektif,dan psikomotorik). Asas komunitas meliputi evaluasi wajib dilaksanakan secara berkesinambungan mulai dari saat proses dan pasca pembelajaran. Asas objektif meliputi evaluasi seharusnya menilai dan mengukur apa adanya atau non subjektif.
Contoh konkrit dari evaluasi pembelajaran yang ada disekolah yaitu Tugas harian siswa disekolah maupun dirumah, Ulangan harian, Tugas kelompok dan Ujian akhir semester, dengan memberikan evaluasi tersebut sebagaimana dapat dilihat sejauh mana pemahaman siswa terhadap mata pelajaran yang diikuti apakah berhasil atau tidak. Lain halnya dengan Ulangan harian, tengah semester dan akhir semester untuk dijadikan acuan penilaian guru dalam menilai peserta didiknya berhasil atau tidak. Guru harus mengetahui keseharian peserta didiknya seperti keaktifan, kehadiran, pemahaman, sikap, kemandirian dan tugas-tugas yang diberikan pada saat proses belajar, karena dari kesehariannya guru bisa melakukan evaluasi pembelajaran selain tugas, dan ulangan harian maupun ulangan akhir semester. Jadi untuk seorang pendidik atau guru jangan menilai dari nilai hasil kognitif atau akademiknya saja melainkan harus disertai dengan menilai dari aspek psikomotorik dan aspek afektif dalam proses belajar. Maka evaluasi akan terarah,terencana dan sistematis jika tujuan dari evaluasi pembelajaran tersebut terlaksana, yaitu Feedback untuk peserta didik, Feedback untuk guru, Informasi untuk orang tua, Informasi untuk akuntabilitas dan Evaluasi sebagai insentif. Model dan evaluasi sangat berperan aktif dalam proses pembelajaran, seperti diadakannya ujian atau ulangan baik di laksanakan di sekolah maupun di laksanakan oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan (ujian nasional) yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana tingkat pemahaman peserta didik dan hal ini tidak mutlak sebagai nilai evaluasi peserta didik serta guru atau pendidik dapat mengetahui bahwa siswa itu pintar dan paham atau tidak.

dectazari edi said...

Nama : Rendi Destasari Edi
NPM : 12.601040.012
Prodi : Pendidikan Matematika
Lok / angkatan : A1 2012

Menurut saya didalam proses pembelajaran, guru berperan penting dalam peningkatan kemampuan siswa baik dari ranah afektif, kognitif maupun psikomotorik. Peningkatan kemampuan ini dapat diketahui guru dengan melakukan suatu evaluasi. Sebagaimana kita ketahui evaluasi adalah suatu kegiatan atau suatu proses yang berlangsung dalam rangka meneliti proses pembelajaran apakah berhasil atau tidak.

“Ketidakkreatifan” guru dalam melakukan evaluasi berdampak besar kepada “nilai” yang diperoleh siswa. Kebanyakan guru melakukan penilaian secara tertulis. Penilaian tertulis memiliki kekurang dalam evaluasi yaitu penilaian bisa saja tidak akurat karena berbagai macam hal. Sebenarnya banyak sekali contoh –contoh penilaian seperti extended response atau open ended question, group performance assessment, individual performance assessment, interview, nontraditional test items, observasi, portofolio, project exhibition or demonstration, dll.

Contoh konkritnya yaitu diadakannya ulangan pada akhir semester disekolah. Ulangan ini bertujuan untuk mengukur tingkat perkembangan kemampuan siswa tiap tahunnya. Ulangan ini memiliki 3 aspek penilaian yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.

Merry said...

Nama : Mery
Npm :12601040008
Lokal :A1 Pend. Matematika

Evaluasi merupakan subsistem yang sangat penting dan sangat di butuhkan dalam setiap sistem pendidikan, karena evaluasi dapat mencerminkan seberapa jauh perkembangan atau kemajuan hasil pendidikan. Dengan evaluasi, maka maju dan mundurnya kualitas pendidikan dapat diketahui, dan dengan evaluasi pula, kita dapat mengetahui titik kelemahan serta mudah mencari jalan keluar untuk berubah menjadi lebih baik ke depan.
Untuk lebih mengoptimalkan peran guru dalam evaluasi program pembelajaran, maka sebaiknya evaluator dalam evaluasi program pembelajaran merupakan kombinasi antara evaluator dari dalam dan evaluator dari luar dimana evaluator tersebut mempunyai integritas memehami materi, menguasai teknik evaluasi, obbjektif dan cermat, jujur dan dapat dipercaya.
Contoh kongkrit evaluasi adalah Sebelum dan sesudah jam mata pelajaran guru dapat melakukan pot tes dan free test untuk menguji sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang di sampaikan dan pada akhir semester diadakan suatu penilaian berupa ulangan untuk mengetahui perkembangan pemahaman siswa

arindhi said...

KURNIA 12601040030 FKIP MATEMATIKA LOCAL A1

Evaluasi merupakan kegiatan pengumpulan kenyataan mengenai proses pembelajaran secara sistematis untuk menetapkan apakah terjadi perubahan terhadap peserta didik dan sejauh apakah perubahan tersebut mempengaruhi kehidupan peserta didik. (dikutip dari Bloom et.all 1971). Fungsi evaluasi di dalam pendidikan tidak dapat dilepaskan dan tujuan eval uasi itu sendiri. Di dalam batasan tentang evaluasi pendidikan yang telah dikemukakan di muka tersirat bahwa tujuan evaluasi pendidikan ialah untuk mendapat data pembuktian yang akan menunjukkan sampai di mana tingkat kemampuan dan keberhasilan siswa dalam pencapaian tujuan-tujuan kurikuler. Di samping itu, juga dapat digunakan oleh guru-guru dan para pengawas pendidikan untuk mengukur atau menilai sampai di mana keefektifan pengalaman-pengalaman mengajar, kegiatan-kegiatan belajar, dan metode-metode mengajar yang digunakan. Dengan demikian, dapat dikatakan betapa penting peranan dan fungsi evaluasi itu dalam proses belajar-mengajar. Contoh evaluasi : salah satu contoh seorang pengajar yang mengevaluasi muridnya yaitu guru yang menjelaskan salah satu mata pelajaran di sekolah, selesai dia menjelaskan dia kemudian mencoba mengevaluasi muridnya sejauh mana murid tersebut memahami materi yang telah dia berikan dengan cara menyuruh masing-masing muridnya ke depan kelas (ke papan tulis) mengerjakan salah satu contoh soal yang diberikan, atau dengan wawancara langsung guru terhadap murid apakah ada kendala dalam memahami mata pelajaran yang diberikan. Setelah itu guru baru bisa menyimpulkan sejauh mana penyerapan materi tersebut.

endra the gin said...

nama : hendra wirawan
npm : 12601040019
fkip: matematika


Ulasan saya dari evaluasi pembelajaran.
Evaluasi pembelajaran sangat penting dalam setiap sekolah, agar dapat mengetahui keberhasilan guru dalam membimbing peserta didik, dan agar dapat mengetahui kemampuan [eserta didik. Namun evaluasi pembelajaran pun harus disertai dengan kejujuran. maksudnya disini adalah nilai murni dari peserta didik dan tidak boleh ada campur tangan dari pihak lain dalam menentukan nilai.
Dengan adanya evaluasi pembelajaran peserta didik dapat menegetahui kelebihan dan keterbatasan dalam memahami dan menguasai materi. Dan peserta didik dapat menilai hasil mereka apakah sesuai dengan kemampuan mereka.
Evaluasi pembelajaran disekolah lebih menekankan pada 3 asasmen/penilaian, yaitu:
a. Afektif, ini untuk melihat keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.
b. kognitif, ini untuk melihat kemampuan siswa seberapa siswa mengerti atau tidak materi yang di sampaikan.
c. psikomotorik, apakah siswa memiliki respon balim tentang penjelasan guru atau tidak.
Pelaksanaan latihan evaluasi memungkinkan bagi individu untuk menguji kemajuan dalam pencapaian tujuan. Penilaian individu terhadap proses belajarnya dipengaruhi oleh kebebasan untuk menilai. Evaluasi mencakup kesadaran individu mengenai penampilan, motivasi belajar, dan kesiapan untuk belajar. Individu yang berinteraksi dengan yang lain pada dasarnya ia mengkaji pengalaman belajarnya, dan hal ini pada gilirannya akan dapat meningkatkan kemampuannya untuk menilai pen-galamannya.
Berkenaan dengan evaluasi ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :
1. Evaluasi memberi arti pada proses belajar dan memberi arah baru pada pe-lajar.
2. Bila tujuan dikaitkan dengan evaluasi maka peran evaluasi menjadi begitu penting bagi pelajar.
3. Latihan penilaian guru dapat menpengaruhi bagaimana pelajar terlibat da-lam evaluasi dan belajar.
4. Evaluasi terhadap kemajuan pencapaian tujuan akan lebih mantap bila guru dan murid saling bertukar dan menerima pikiran, perasaan dan pen-gamatan.
5. Kekurangan atau ketidaklengkapan evaluasi dapat mengurangi kemam-puan guru dalam melayani muridnya. Sebaiknya evaluasi yang menyeluruh dapat memperkuat kemampuan pelajar untuk menilai dirinya.
6. Jika tekanan evaluasi guru diberikan terus-menerus terhadap penampilan siswa, pola ketergantungan penghindaran dan kekerasan akan berkembang.
7. Kelompok teman sebaya berguna dalam evaluasi
Contoh :
Seeorang guru melakuakn ulangan harian, walaupun terdapat beberapa siswa yang nialinya dibawah standar. Namaun guru tersebut tetap membagikan nilai mereka sesuai dengan kemampuannya, tanpa merubah sedikit pun.
Seperti itulah sebaiknya evaluasi pembelajaran dilaksanakan, agar siswa dapat menilai sampai dimana kemampuan mereka sendiri. Dengan begitu siswa bisa termotivasi untuk belajar agar dapat meningkatkan nilai yang diperoleh dari sebelumnya.